Menu

Dark Mode
My Hero Academia Resmi Tamat Setelah Hampir Satu Dekade, Menutup Kisah Deku dengan Seruan “PLUS ULTRA” Jizō-sama: Penjaga Sunyi Anak-Anak dan Orang yang Melintas di Jalanan Jepang Film Terbaru Crayon Shin-chan Bertema Yōkai Siap Tayang Musim Panas 2026 Cara Membawa Perlengkapan Sholat & Makanan Halal dari Indonesia ke Jepang Cara Mengatakan “Aku Nggak Yakin” dalam Banyak Nuansa Bahasa Jepang Manga Psyren Akhirnya Dapat Adaptasi Anime, Tayang 2026

News

Kenapa Kendaraan Listrik Jepang Tak Begitu Populer Dibanding Brand dari China Maupun Korsel?

badge-check


					Kenapa Kendaraan Listrik Jepang Tak Begitu Populer Dibanding Brand dari China Maupun Korsel? Perbesar

Indonesia kini menjadi pasar utama yang dibidik oleh produsen kendaraan listrik asing, dengan China, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) sebagai pemain utama yang bersaing di Tanah Air. Kendaraan listrik dari ketiga negara ini sudah banyak melintasi jalanan Indonesia, namun masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda.

Hendry Pratama, Head of New Business Department Hyundai Motor Asia Pasific, mengungkapkan perbedaan strategi antarnegara. Menurutnya, pemain dari China cenderung bergerak cepat, meski terkesan “grasak-grusuk,” sedangkan Jepang dikenal lebih teratur dan lambat, namun tetap menghasilkan produk berkualitas. Korsel, melalui Hyundai, berada di tengah, berusaha menghadirkan teknologi dengan kecepatan yang seimbang.

“Kami berusaha tidak terlalu cepat, tapi juga tidak terlalu lambat dalam menghadirkan teknologi baru,” jelas Hendry dalam acara Indonesia-Korea Journalist Network 2024 di Jakarta.

Dalam hal harga, kendaraan listrik dari Korea Selatan juga mengambil posisi menengah, menawarkan teknologi canggih dengan harga lebih terjangkau dibandingkan produsen mobil Eropa atau Jepang.

Hyundai, salah satu pemain utama di Korsel, juga mengembangkan teknologi kendaraan hidrogen sebagai alternatif nikel. Hyundai menjadi perusahaan pertama yang memproduksi mobil hidrogen massal, seperti Nexo, yang telah dijual di pasar Australia, Korea, dan Amerika Serikat, meskipun belum hadir di Indonesia.

Di ASEAN, Indonesia menduduki posisi kedua dalam penetrasi pasar kendaraan listrik, di bawah Thailand, dengan Vietnam di posisi ketiga. Masing-masing negara di ASEAN memiliki dominasi industri yang berbeda, dengan Thailand didominasi oleh produsen dari China, sementara Vietnam lebih fokus pada industri lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gempa 7,5 Magnitudo Jadi Peringatan: Turis Asing di Jepang Tak Tahu Prosedur Evakuasi

15 December 2025 - 12:30 WIB

Dua Orang Ditusuk di Area Gedung Hiburan Idol HKT48, Fukuoka Jepang

15 December 2025 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Anggaran Pertahanan Hampir Rp900 Triliun, Termasuk Rudal Jarak Jauh dan Drone

13 December 2025 - 12:10 WIB

BOJ Bersiap Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 30 Tahun di Tengah Inflasi Berkepanjangan

13 December 2025 - 11:10 WIB

Kanji “Kuma” Dipilih Jadi Kanji Tahun 2025 Karena Maraknya Kasus Serangan Beruang

13 December 2025 - 10:10 WIB

Trending on News