Sebuah survei terbaru di Jepang menunjukkan bahwa mayoritas orang dewasa kini menganggap iklan berdurasi 30 detik sudah terlalu panjang.
Survei yang dilakukan oleh Citizen Watch terhadap 400 responden berusia 20 tahun ke atas menemukan bahwa 39,5 persen menganggap iklan 30 detik terasa terlalu lama. Sementara itu, 22,3 persen memilih 15 detik, 14,3 persen memilih 10 detik, dan bahkan 5,3 persen menganggap iklan 5 detik pun sudah terlalu panjang.
Menurut pihak Citizen Watch, hasil ini menunjukkan semakin kuatnya budaya “time performance” atau efisiensi waktu di Jepang. Kebiasaan menonton video pendek di media sosial membuat banyak orang menjadi kurang sabar terhadap konten yang membutuhkan waktu lebih lama untuk ditonton.
Survei yang dilakukan pada awal April tersebut juga menanyakan soal kebiasaan membalas pesan di aplikasi LINE. Sebanyak 30,3 persen responden merasa balasan masih tergolong wajar jika diterima keesokan harinya, sementara 27,3 persen mengatakan balasan di hari yang sama sudah cukup cepat.
Hasil ini menunjukkan bahwa meski masyarakat Jepang semakin menghargai efisiensi waktu, mereka tidak selalu mengharapkan respons instan dalam komunikasi sehari-hari.
Sc : JT







