Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Korban Gempa Kumamoto Bertambah Jadi 14 Orang, Ribuan Warga Masih Mengungsi

badge-check


					Korban Gempa Kumamoto Bertambah Jadi 14 Orang, Ribuan Warga Masih Mengungsi Perbesar

Korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa sore terus bertambah. Hingga Rabu, pemerintah setempat mengonfirmasi 14 orang meninggal dunia, sementara sekitar 8.700 warga masih mengungsi di pusat-pusat evakuasi.

Di antara korban meninggal terdapat tiga orang yang berada di AEON Mall Kumamoto di Kota Kashima. Pusat perbelanjaan tersebut mengalami ledakan beberapa saat setelah gempa. Selain itu, satu orang masih ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan proses penyelamatan masih terus berlangsung.

“Masih ada orang yang menunggu untuk diselamatkan, dan ini adalah perlombaan melawan waktu. Kami akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” ujar Takaichi.

Sekitar 4.600 personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) telah dikerahkan, termasuk 170 personel yang fokus melakukan pencarian dan evakuasi di pusat perbelanjaan yang runtuh.

Di tengah proses evakuasi, suhu di Kumamoto mencapai lebih dari 35°C. Badan Meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat dan petugas penyelamat agar mewaspadai risiko heatstroke selama operasi berlangsung.

Selain SDF, sekitar 480 personel kepolisian dari 11 prefektur turut diterjunkan. Tim penyelamat khusus dari Kepolisian Metropolitan Tokyo juga dikirim menggunakan helikopter untuk membantu pencarian korban hilang.

Presiden Aeon Co., Akio Yoshida, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengatakan bahwa penyebab ledakan masih dalam penyelidikan, meski dugaan awal mengarah pada kebocoran gas.

Menurut Aeon, lebih dari 4.000 orang berada di pusat perbelanjaan saat gempa terjadi. Sebagian besar berhasil dievakuasi ke area parkir sekitar pukul 17.00, sebelum ledakan terjadi sekitar pukul 17.50 waktu setempat. Kerusakan terparah terjadi di lantai dua bangunan yang dilalui jaringan pipa gas.

Gempa juga menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah Kumamoto. Pada puncaknya, sekitar 48.000 rumah mengalami pemadaman listrik, sementara sekitar 84.000 rumah di Prefektur Kumamoto dan Nagasaki sempat kehilangan pasokan air bersih.

Di Kota Yatsushiro, satu orang meninggal setelah berhasil dievakuasi dari rumah yang runtuh. Sementara itu, lima pekerja tewas di pabrik Nippon Paper Industries setelah cerobong asap mengalami kerusakan parah. Dua orang mengalami luka-luka dan empat lainnya masih dinyatakan hilang.

Layanan Kyushu Shinkansen baru kembali beroperasi sebagian, sedangkan sejumlah jalur lainnya masih dihentikan. Maskapai Japan Airlines (JAL) membatalkan 11 penerbangan, sementara All Nippon Airways (ANA) membatalkan 2 penerbangan akibat gempa.

Sejumlah perusahaan besar juga menghentikan sementara operasional pabriknya, termasuk Honda, Tokyo Electron, dan Toyota Motor Kyushu, karena alasan keselamatan dan terganggunya rantai pasok.

Salah satu ikon wisata Jepang, Kastel Kumamoto, kembali mengalami kerusakan. Pemerintah Kota Kumamoto melaporkan sekitar 40 bagian tembok batu kastel runtuh, padahal bangunan tersebut masih dalam proses restorasi setelah gempa besar tahun 2016.

Hingga kini, gempa susulan masih terus terjadi. Salah satunya berkekuatan Magnitudo 5,8 yang mengguncang wilayah tersebut pada Rabu malam. Pemerintah Jepang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan risiko bangunan yang masih belum stabil.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News