Korban jiwa akibat gempa berkekuatan Magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa terus bertambah. Hingga Kamis, 34 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan warga masih bertahan di tempat pengungsian di tengah cuaca musim panas yang sangat panas.
Tim penyelamat dari kepolisian, pemadam kebakaran, dan Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) terus melakukan pencarian korban sebelum berakhirnya masa emas penyelamatan selama 72 jam sejak gempa terjadi.
Dari total korban meninggal:
- 8 orang tewas di pabrik Nippon Paper Industries di Kota Yatsushiro.
- 7 pekerja meninggal akibat ledakan yang terjadi di AEON Mall Kumamoto setelah gempa.
- Pemerintah Prefektur Kumamoto juga menyatakan terdapat 10 korban meninggal yang telah dipastikan akibat gempa, sementara 9 kematian lainnya masih diduga berkaitan dengan bencana tersebut.
Selain itu, Vietnam News Agency melaporkan seorang pekerja magang asal Vietnam meninggal dunia setelah tertimpa derek (crane) di sebuah pabrik di Kota Kosa.
Lebih dari 9.000 warga masih mengungsi di berbagai tempat penampungan. Hingga Kamis siang, sekitar 80.000 rumah masih mengalami gangguan pasokan air bersih, sedangkan sekitar 14.000 rumah masih belum mendapatkan aliran listrik.
Di sejumlah lokasi, warga terlihat mengantre untuk mendapatkan air bersih dari truk tangki milik SDF maupun mengisi bahan bakar di SPBU.
Seorang perempuan berusia 70-an tahun dari Kota Uki mengaku memilih tidur di dalam mobil bersama anjing peliharaannya karena tidak ingin berpisah dengan hewan tersebut.
“Saya sudah mengantre dua setengah jam untuk mengisi bensin. Saya lelah, dan anjing saya mulai melemah karena cuaca panas. Saya tidak tahu kapan semua ini akan berakhir,” ujarnya.
Cuaca panas dengan suhu tinggi diperkirakan masih akan berlanjut di wilayah terdampak, sehingga pemerintah mengingatkan risiko heatstroke, terutama bagi para pengungsi yang berada di tempat tanpa pendingin ruangan.
Perdana Menteri Sanae Takaichi dikabarkan berencana mengunjungi Kumamoto paling cepat pada Senin mendatang untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
Gempa juga berdampak pada sektor industri. Toyota Motor Kyushu menghentikan operasional tiga pabrik hingga Jumat, sementara Mitsubishi Motors menghentikan sementara sebagian produksi akibat terganggunya rantai pasok.
Di sektor semikonduktor, pabrik milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) juga belum kembali beroperasi normal karena masih melakukan penyesuaian peralatan.
Layanan Kyushu Shinkansen di beberapa jalur antara Prefektur Fukuoka dan Kagoshima juga masih dihentikan sementara akibat dampak gempa.
Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa dengan intensitas 7 merupakan tingkat guncangan tertinggi dalam skala intensitas Jepang, di mana seseorang tidak dapat berdiri tegak, harus merangkak untuk bergerak, bahkan bisa sampai terlempar akibat kuatnya guncangan.
Sc : JT








