Menu ✖

Dark Mode
Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

News

Kuil di Jepang Dikecam karena Hanya Kenakan Tiket Masuk kepada Turis Asing

badge-check


					Kuil di Jepang Dikecam karena Hanya Kenakan Tiket Masuk kepada Turis Asing Perbesar

Sebuah kuil di Jepang bagian barat daya menuai kontroversi dan kritik setelah memutuskan untuk mengenakan biaya masuk hanya kepada turis asing, di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu-isu terkait orang asing menjelang pemilu nasional Jepang.

Sejak Mei lalu, Kuil Nanzoin di Prefektur Fukuoka — terkenal karena patung Buddha tidur sepanjang 41 meter — mulai memungut biaya masuk sebesar 300 yen (sekitar Rp32.000) untuk wisatawan mancanegara. Pihak kuil menyebut dana tersebut dibutuhkan untuk menangani berbagai perilaku yang dianggap mengganggu.

Seorang pakar mengatakan kepada Kyodo News bahwa kebijakan ini “kurang transparan”, terutama karena perdebatan soal kebijakan tarif khusus untuk turis asing — yang jumlahnya mencapai rekor tertinggi — semakin menghangat menjelang pemilu Majelis Tinggi Jepang pada hari Minggu.

Sebuah papan bertuliskan “Visitors” dalam bahasa Inggris dipasang di pintu masuk area sekitar salah satu patung Buddha tidur terbesar di dunia, tempat turis asing mengantre untuk membayar di loket penerimaan. Namun, orang asing yang memiliki bukti tinggal jangka panjang di Jepang untuk keperluan kerja atau studi dikecualikan dari biaya ini.

Karena warga Jepang tidak dikenai biaya masuk, papan tersebut tidak menyediakan keterangan dalam bahasa Jepang. Sebagai gantinya, staf atau petugas keamanan akan bertanya secara lisan seperti, “Apakah Anda dari Jepang?” dan jika dijawab ya, mereka langsung diarahkan masuk tanpa antre atau membayar.

Kepala biksu kuil, Kakujo Hayashi (72), mengatakan bahwa sejak pembatasan COVID-19 dicabut, jumlah pengunjung asing meningkat pesat, disertai masalah seperti sampah yang berserakan, minum alkohol, menyalakan kembang api, hingga penyalahgunaan fasilitas toilet di area kuil.

“Kami ingin ada yang bertanggung jawab atas biaya tambahan untuk kebersihan dan keamanan,” ujar Hayashi. “Ini bukan bentuk diskriminasi,” tambahnya.

Penerapan tarif berbeda berdasarkan kewarganegaraan sebenarnya bukan hal yang baru di dunia internasional. Misalnya, Taj Mahal di India juga menerapkan tarif lebih tinggi untuk turis asing guna membantu biaya pemeliharaan, sambil tetap menjaga agar warga lokal dapat masuk dengan harga terjangkau.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Trending on News