Menu

Dark Mode
JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026 Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

Bahasa Jepang

Membedakan ‘Itadakimasu’ dan ‘Gochisousama’: Lebih dari Sekadar Ucapan Makan

badge-check


					Membedakan ‘Itadakimasu’ dan ‘Gochisousama’: Lebih dari Sekadar Ucapan Makan Perbesar

Bagi siapa pun yang pernah makan bersama orang Jepang, dua frasa yang hampir selalu terdengar adalah “itadakimasu” sebelum makan dan “gochisousama” setelah makan. Tapi tahukah kamu? Kedua ungkapan ini bukan sekadar “selamat makan” dan “terima kasih”, tapi mencerminkan nilai budaya Jepang yang dalam, yaitu rasa hormat, syukur, dan kesadaran sosial.


🍱 ‘Itadakimasu’: Rasa Syukur Sebelum Menyantap

Secara harfiah, itadakimasu (いただきます) berasal dari kata kerja itadaku, bentuk merendah (humble) dari “menerima”. Arti literalnya adalah “Saya menerima (dengan hormat)”.

Tapi dalam konteks makan, ungkapan ini mengandung makna lebih luas:

📌 Contoh penggunaan:

(手を合わせて)いただきます!
(Menangkupkan tangan) Itadakimasu!

Di Jepang, anak-anak diajarkan sejak dini untuk mengucapkan itadakimasu sambil menangkupkan tangan, sebagai bentuk rasa syukur sebelum makan.


🍵 ‘Gochisousama’: Terima Kasih Setelah Menyantap

Setelah makan, orang Jepang akan mengucapkan gochisousama (ごちそうさま) atau bentuk lengkapnya gochisousama deshita (ごちそうさまでした).

Frasa ini secara harfiah berarti “(Itu adalah) jamuan yang mewah”, tapi dalam praktiknya berarti “terima kasih atas makanannya”.

Asal-usul kata gochisou (ご馳走) mengandung makna “berlari ke sana kemari untuk menyiapkan jamuan” — menunjukkan usaha yang besar dari pihak yang menyediakan makanan.

Maka, dengan mengatakan gochisousama, kita:

  • Menghargai tenaga dan waktu yang dikeluarkan untuk memasak atau menyajikan.

  • Berterima kasih dengan tulus, bahkan jika makanannya sederhana.

📌 Contoh penggunaan:

ごちそうさまでした、美味しかったです!
Gochisousama deshita, oishikatta desu!
Terima kasih atas makanannya, enak sekali!


🙏 Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Refleksi Budaya

Bagi banyak orang Jepang, mengucapkan itadakimasu dan gochisousama bukan hanya sopan santun, tetapi ritual penuh kesadaran. Ini mengingatkan kita bahwa makanan bukanlah sesuatu yang bisa diterima begitu saja, tapi hasil dari banyak hal: kerja keras, alam, dan kehidupan lain.

Menariknya, orang Jepang tetap mengucapkan dua frasa ini meskipun makan sendirian — artinya, ungkapan ini lebih bersifat pribadi dan spiritual, bukan hanya sopan santun sosial.


Kesimpulan: Dua Ungkapan, Satu Nilai

Ungkapan Waktu Penggunaan Makna
Itadakimasu Sebelum makan Saya menerima dengan rasa syukur
Gochisousama (deshita) Setelah makan Terima kasih atas makanannya

Dengan memahami perbedaan dan makna keduanya, kamu tidak hanya belajar bahasa Jepang, tapi juga memahami cara berpikir dan nilai hidup masyarakat Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang

16 July 2026 - 14:04 WIB

Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang

10 July 2026 - 14:38 WIB

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir

4 July 2026 - 09:11 WIB

Tokyo Disney Resort Akan Hentikan Layanan Priority Pass Gratis Mulai 31 Agustus

2 June 2026 - 10:10 WIB

Manga Gundam Baru Karya Kōzō Ōmori Akan Mulai Terbit Tahun Ini

30 May 2026 - 17:10 WIB

Trending on Bahasa Jepang