Menu

Dark Mode
Jepang Kebanjiran Pesanan “Robot Serigala” Pengusir Beruang Setelah Serangan Beruang Makin Parah Live-Action BLUE LOCK Tambah Deretan Pemain Baru, Visual 20 Karakter Resmi Dirilis Tiga Bank Raksasa Jepang Bakal Dapat Akses AI Canggih “Claude Mythos” dari AS Kaisar Naruhito Kunjungi Belanda dan Belgia Juni Ini Game Baru Patlabor Akan Rilis Musim Panas Ini untuk PS5 dan PC Gara-Gara Krisis Minyak Timur Tengah, Perusahaan Cemilan Jepang Mulai Cetak Kemasan Hitam Putih

Bahasa Jepang

Membedakan ‘Itadakimasu’ dan ‘Gochisousama’: Lebih dari Sekadar Ucapan Makan

badge-check


					Membedakan ‘Itadakimasu’ dan ‘Gochisousama’: Lebih dari Sekadar Ucapan Makan Perbesar

Bagi siapa pun yang pernah makan bersama orang Jepang, dua frasa yang hampir selalu terdengar adalah “itadakimasu” sebelum makan dan “gochisousama” setelah makan. Tapi tahukah kamu? Kedua ungkapan ini bukan sekadar “selamat makan” dan “terima kasih”, tapi mencerminkan nilai budaya Jepang yang dalam, yaitu rasa hormat, syukur, dan kesadaran sosial.


🍱 ‘Itadakimasu’: Rasa Syukur Sebelum Menyantap

Secara harfiah, itadakimasu (いただきます) berasal dari kata kerja itadaku, bentuk merendah (humble) dari “menerima”. Arti literalnya adalah “Saya menerima (dengan hormat)”.

Tapi dalam konteks makan, ungkapan ini mengandung makna lebih luas:

📌 Contoh penggunaan:

(手を合わせて)いただきます!
(Menangkupkan tangan) Itadakimasu!

Di Jepang, anak-anak diajarkan sejak dini untuk mengucapkan itadakimasu sambil menangkupkan tangan, sebagai bentuk rasa syukur sebelum makan.


🍵 ‘Gochisousama’: Terima Kasih Setelah Menyantap

Setelah makan, orang Jepang akan mengucapkan gochisousama (ごちそうさま) atau bentuk lengkapnya gochisousama deshita (ごちそうさまでした).

Frasa ini secara harfiah berarti “(Itu adalah) jamuan yang mewah”, tapi dalam praktiknya berarti “terima kasih atas makanannya”.

Asal-usul kata gochisou (ご馳走) mengandung makna “berlari ke sana kemari untuk menyiapkan jamuan” — menunjukkan usaha yang besar dari pihak yang menyediakan makanan.

Maka, dengan mengatakan gochisousama, kita:

  • Menghargai tenaga dan waktu yang dikeluarkan untuk memasak atau menyajikan.

  • Berterima kasih dengan tulus, bahkan jika makanannya sederhana.

📌 Contoh penggunaan:

ごちそうさまでした、美味しかったです!
Gochisousama deshita, oishikatta desu!
Terima kasih atas makanannya, enak sekali!


🙏 Bukan Sekadar Formalitas, Tapi Refleksi Budaya

Bagi banyak orang Jepang, mengucapkan itadakimasu dan gochisousama bukan hanya sopan santun, tetapi ritual penuh kesadaran. Ini mengingatkan kita bahwa makanan bukanlah sesuatu yang bisa diterima begitu saja, tapi hasil dari banyak hal: kerja keras, alam, dan kehidupan lain.

Menariknya, orang Jepang tetap mengucapkan dua frasa ini meskipun makan sendirian — artinya, ungkapan ini lebih bersifat pribadi dan spiritual, bukan hanya sopan santun sosial.


Kesimpulan: Dua Ungkapan, Satu Nilai

Ungkapan Waktu Penggunaan Makna
Itadakimasu Sebelum makan Saya menerima dengan rasa syukur
Gochisousama (deshita) Setelah makan Terima kasih atas makanannya

Dengan memahami perbedaan dan makna keduanya, kamu tidak hanya belajar bahasa Jepang, tapi juga memahami cara berpikir dan nilai hidup masyarakat Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Karateka Indonesia Raih Prestasi di Turnamen Internasional Jepang

8 May 2026 - 10:05 WIB

Golden Week Dimulai, Stasiun hingga Bandara di Jepang Dipadati Wisatawan

4 May 2026 - 11:10 WIB

Sento Jepang Terancam Tutup, Harga Energi Naik Bikin Pemandian Tradisional Kian Terpuruk

27 April 2026 - 19:17 WIB

Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Harga Tembus 53.000 Yen

13 April 2026 - 10:10 WIB

Kata Jepang yang Dipakai Saat Menenangkan Orang

9 March 2026 - 18:00 WIB

Trending on Bahasa Jepang