Menu

Dark Mode
Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang Kosakata Jepang untuk Proses Check-out Gaji Riil Pekerja Jepang Terus Turun Sepanjang 2025, Inflasi Jadi Ujian Awal Pemerintahan Sanae Takaichi Film Live-Action BLUELOCK Ungkap Pemeran Baru, Tayang di Jepang Agustus 2026 Manga Ladies on Top Diadaptasi Live-Action, Angkat Romansa dengan Peran Gender Terbalik

Culture

Nihonga: Lukisan Jepang Tradisional yang Bertahan di Era Modern

badge-check


					Nihonga: Lukisan Jepang Tradisional yang Bertahan di Era Modern Perbesar

Nihonga (日本画) adalah istilah untuk lukisan tradisional Jepang yang mempertahankan teknik, bahan, dan filosofi klasik meski dunia seni terus berkembang. Kata “Nihonga” secara harfiah berarti “lukisan Jepang”, dan dibedakan dari Yōga, yaitu lukisan bergaya Barat.

Ciri Khas Nihonga

Beberapa elemen yang membuat Nihonga unik antara lain:

  • Bahan alami: Pigmen yang digunakan berasal dari mineral, batu, atau tumbuhan, dicampur dengan lem alami.

  • Media tradisional: Nihonga biasanya dilukis di kertas washi atau sutra, bukan kanvas modern.

  • Teknik klasik: Teknik sapuan kuas, layering, dan penggunaan garis halus menjadi ciri khas yang sulit ditiru dengan cat minyak atau akrilik.

  • Tema alam dan budaya: Alam, bunga, burung, dan lanskap Jepang menjadi subjek utama, seringkali dikombinasikan dengan nuansa spiritual atau simbolik.

Sejarah Singkat

Nihonga mulai dikenal luas pada periode Meiji (1868–1912), ketika Jepang membuka diri terhadap Barat. Seniman tradisional kemudian memformalkan teknik klasik menjadi aliran seni yang diakui di sekolah seni modern. Meski Yōga mulai populer, Nihonga bertahan sebagai simbol identitas budaya Jepang.

Nihonga di Era Modern

Saat ini, banyak seniman Jepang tetap menciptakan Nihonga dengan sentuhan modern, misalnya menambahkan perspektif kontemporer atau tema sosial, tanpa meninggalkan teknik tradisional. Beberapa karya bahkan diekspor ke seluruh dunia dan dipamerkan di galeri internasional, menunjukkan bahwa seni tradisional bisa hidup berdampingan dengan modernitas.


Nihonga bukan sekadar lukisan; ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa kini, memadukan keindahan alam, filosofi Jepang, dan keahlian tangan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Seni ini membuktikan bahwa tradisi bisa tetap relevan bahkan di era globalisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Patuh Tanpa Pengawasan: Mengapa Orang Jepang Tetap Mengikuti Aturan

5 February 2026 - 18:30 WIB

Hidup Berdekatan, Tapi Tetap Berjarak: Cara Orang Jepang Menjaga Privasi

4 February 2026 - 12:30 WIB

Kebiasaan Menghabiskan Makanan Sampai Bersih Adalah Bentuk Rasa Hormat di Jepang

3 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture