Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

News

Nissan Kembangkan Mobil Self-Driving untuk Bangkitkan Bisnis Otomotif yang Terpuruk

badge-check


					Nissan Kembangkan Mobil Self-Driving untuk Bangkitkan Bisnis Otomotif yang Terpuruk Perbesar

Produsen mobil Jepang, Nissan, tengah mengembangkan kendaraan dengan teknologi mengemudi otomatis (self-driving) sebagai upaya membangkitkan kembali bisnis otomotifnya yang sedang terpuruk.

Dalam demonstrasi terbaru teknologi yang dikembangkan perusahaan Inggris, Wayve, sebuah sedan Nissan Ariya yang dilengkapi 11 kamera, lima radar, dan sensor generasi terbaru bernama LiDAR berhasil melaju di pusat kota Tokyo. Mobil tersebut mampu berhenti di lampu merah, serta memberi jalan bagi pejalan kaki dan kendaraan lain di persimpangan.

Teknologi ini dijadwalkan siap digunakan pada 2027, meski Nissan belum mengungkapkan model apa saja yang akan dibekali fitur tersebut.

Pasar mobil self-driving sendiri sudah sangat kompetitif. Menurut perusahaan riset IndustryARC, nilai pasarnya diperkirakan mencapai 2 triliun dolar AS pada 2030, didorong oleh kemajuan teknologi AI, sensor, dan kemampuan pemrosesan data.

Raksasa otomotif Jepang lainnya, Toyota Motor Corp., telah menjalin kerja sama dengan Waymo, teknologi self-driving buatan Google. Waymo juga telah hadir di Jepang melalui kemitraan dengan perusahaan taksi, meski masih dalam tahap uji coba.

Produsen mobil lain seperti Honda, General Motors, dan Mercedes-Benz, serta perusahaan di luar industri otomotif seperti Amazon dan anak usahanya Zoox, juga ikut mengembangkan teknologi serupa.

Dorongan Nissan hadir di tengah tantangan besar pasar otomotif Jepang akibat tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Kondisi Nissan sendiri kian sulit—perusahaan telah melakukan pemangkasan karyawan dan menunjuk CEO baru, Ivan Espinosa, demi melakukan perbaikan. Produsen mobil March, mobil listrik Leaf, dan merek mewah Infiniti itu bahkan membukukan kerugian pada periode April–Juni, setelah sebelumnya menutup tahun fiskal dengan catatan merah.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News