Menu

Dark Mode
Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

News

Nissan Kembangkan Mobil Self-Driving untuk Bangkitkan Bisnis Otomotif yang Terpuruk

badge-check


					Nissan Kembangkan Mobil Self-Driving untuk Bangkitkan Bisnis Otomotif yang Terpuruk Perbesar

Produsen mobil Jepang, Nissan, tengah mengembangkan kendaraan dengan teknologi mengemudi otomatis (self-driving) sebagai upaya membangkitkan kembali bisnis otomotifnya yang sedang terpuruk.

Dalam demonstrasi terbaru teknologi yang dikembangkan perusahaan Inggris, Wayve, sebuah sedan Nissan Ariya yang dilengkapi 11 kamera, lima radar, dan sensor generasi terbaru bernama LiDAR berhasil melaju di pusat kota Tokyo. Mobil tersebut mampu berhenti di lampu merah, serta memberi jalan bagi pejalan kaki dan kendaraan lain di persimpangan.

Teknologi ini dijadwalkan siap digunakan pada 2027, meski Nissan belum mengungkapkan model apa saja yang akan dibekali fitur tersebut.

Pasar mobil self-driving sendiri sudah sangat kompetitif. Menurut perusahaan riset IndustryARC, nilai pasarnya diperkirakan mencapai 2 triliun dolar AS pada 2030, didorong oleh kemajuan teknologi AI, sensor, dan kemampuan pemrosesan data.

Raksasa otomotif Jepang lainnya, Toyota Motor Corp., telah menjalin kerja sama dengan Waymo, teknologi self-driving buatan Google. Waymo juga telah hadir di Jepang melalui kemitraan dengan perusahaan taksi, meski masih dalam tahap uji coba.

Produsen mobil lain seperti Honda, General Motors, dan Mercedes-Benz, serta perusahaan di luar industri otomotif seperti Amazon dan anak usahanya Zoox, juga ikut mengembangkan teknologi serupa.

Dorongan Nissan hadir di tengah tantangan besar pasar otomotif Jepang akibat tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Kondisi Nissan sendiri kian sulit—perusahaan telah melakukan pemangkasan karyawan dan menunjuk CEO baru, Ivan Espinosa, demi melakukan perbaikan. Produsen mobil March, mobil listrik Leaf, dan merek mewah Infiniti itu bahkan membukukan kerugian pada periode April–Juni, setelah sebelumnya menutup tahun fiskal dengan catatan merah.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News