Menu

Dark Mode
Film Anime Solo Leveling: Beyond the System Resmi Diumumkan, Lanjutkan Cerita Setelah Season 2 Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

News

Panasonic Akan PHK 10.000 Karyawan Global

badge-check


					Panasonic Akan PHK 10.000 Karyawan Global Perbesar

Raksasa elektronik Jepang Panasonic mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan memangkas sekitar 10.000 pekerjaan secara global.

Pemutusan hubungan kerja ini setara dengan sekitar 4% dari total tenaga kerja Panasonic yang mencapai hampir 230.000 orang. PHK ini akan dilakukan terutama pada tahun fiskal berjalan hingga Maret mendatang.

Panasonic menyatakan akan “meninjau secara menyeluruh efisiensi operasional di setiap perusahaan grup, terutama di departemen penjualan dan non-produksi”. Mereka akan “mengevaluasi kembali jumlah organisasi dan personel yang benar-benar dibutuhkan”, menurut pernyataan resminya.

Langkah ini mencakup pemangkasan 5.000 karyawan di Jepang dan 5.000 lainnya di luar negeri, dan akan dilaksanakan sesuai dengan hukum dan regulasi ketenagakerjaan masing-masing negara.

Panasonic, yang bermarkas di Osaka, merupakan pemasok baterai utama bagi produsen kendaraan listrik Tesla milik Elon Musk. Selain itu, perusahaan ini juga bergerak di sektor perumahan, energi, dan otomotif. Panasonic dikenal luas pada paruh akhir abad ke-20 sebagai pelopor berbagai peralatan elektronik rumah tangga, seperti penanak nasi, televisi, dan pemutar video.

Pada Februari lalu, Panasonic mengumumkan program reformasi manajemen untuk mengatasi berbagai masalah struktural di tubuh perusahaan. Dalam pengumuman hari Jumat, perusahaan menyatakan target reformasi ini adalah meningkatkan keuntungan setidaknya sebesar 150 miliar yen.

Dalam laporan keuangan tahunannya, Panasonic memproyeksikan penurunan laba bersih sebesar 15 persen untuk tahun fiskal berikutnya dan penurunan penjualan sebesar 8 persen. Pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2025, perusahaan mencatat penurunan laba bersih sebesar 17,5 persen menjadi 366 miliar yen.

Panasonic menghadapi tantangan dari “perubahan kondisi bisnis yang terus berlanjut, seperti melambatnya permintaan kendaraan listrik (EV)”, jelas pernyataan tersebut. Terkait tarif perdagangan AS, Panasonic menyebut dampaknya belum dimasukkan ke dalam proyeksi saat ini, namun perusahaan terus memantau situasi tersebut dan berupaya meminimalkan dampaknya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada April, CEO Panasonic Holdings Yuki Kusumi menyatakan bahwa pemangkasan tenaga kerja memang diperlukan agar perusahaan dapat bersaing secara kompetitif, meskipun saat itu ia belum mengungkapkan jumlah pastinya.

Ia juga menekankan bahwa dalam sejarah Panasonic, jumlah karyawan pernah meningkat secara bertahap selama masa-masa keuntungan yang baik.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun

4 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat

4 July 2026 - 07:03 WIB

Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation

3 July 2026 - 15:10 WIB

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Trending on News