Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Parlemen Jepang Menyetujui Anggaran Tambahan 13,9 Triliun Yen untuk Paket Ekonomi dan Rekonstruksi

badge-check


					­Ž¡‰üŠv‚R–@ˆÄ‚ð‰ÂŒˆ‚µ‚½O‰@–{‰ï‹c‚P‚V“úŒßŒãA‘‰ï“à Perbesar

­Ž¡‰üŠv‚R–@ˆÄ‚ð‰ÂŒˆ‚µ‚½O‰@–{‰ï‹c‚P‚V“úŒßŒãA‘‰ï“à

Parlemen Jepang pada Selasa resmi mengesahkan anggaran tambahan senilai 13,9 triliun yen (sekitar 90 miliar dolar AS) untuk tahun fiskal berjalan hingga Maret mendatang. Anggaran ini bertujuan untuk mendanai paket ekonomi baru, termasuk langkah-langkah bantuan inflasi dan biaya rekonstruksi bencana.

Rencana pengeluaran ini disetujui oleh Majelis Tinggi sebelum akhir sesi Diet yang dijadwalkan Sabtu mendatang, meskipun sesi ini diperkirakan akan diperpanjang hingga 24 Desember. Anggaran ini sebelumnya telah lolos di Majelis Rendah pekan lalu dengan dukungan dari beberapa partai oposisi.

Pemerintahan Perdana Menteri Shigeru Ishiba membutuhkan dukungan partai oposisi setelah koalisi partainya kehilangan mayoritas di Majelis Rendah dalam pemilihan umum Oktober lalu. Meski demikian, koalisi ini masih memegang kendali di Majelis Tinggi.

Paket ekonomi senilai 39 triliun yen ini mencakup:

  • Subsidi untuk menekan biaya energi yang meningkat.
  • Bantuan tunai satu kali untuk rumah tangga berpenghasilan rendah.
  • Pendanaan rekonstruksi akibat gempa bumi di Semenanjung Noto pada Hari Tahun Baru dan hujan lebat di bulan September.

Koalisi partai Ishiba, yang dipimpin oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) dan mitra juniornya Komeito, menerima sejumlah tuntutan dari Democratic Party for the People (DPP). Salah satunya adalah menaikkan ambang batas pendapatan tahunan bebas pajak dari 1,03 juta yen saat ini. Langkah ini bertujuan untuk mendorong pekerja paruh waktu bekerja lebih lama dan meningkatkan pendapatan mereka.

Selain itu, partai oposisi utama, Constitutional Democratic Party of Japan (CDPJ), meminta pemotongan anggaran dan peningkatan dana untuk bantuan bencana. Pemerintah akhirnya menyetujui peningkatan belanja untuk keperluan tersebut.

Sementara itu, Japan Innovation Party mendukung kubu pemerintah setelah LDP dan Komeito sepakat untuk memulai negosiasi terkait pendidikan gratis, salah satu kebijakan utama partai tersebut yang dipimpin oleh Gubernur Osaka, Hirofumi Yoshimura.

Untuk membiayai sekitar setengah dari anggaran tambahan ini, pemerintah akan menerbitkan obligasi baru senilai 6,7 triliun yen, yang memicu kekhawatiran akan semakin memburuknya kesehatan fiskal Jepang. Saat ini, Jepang memiliki rasio utang tertinggi di antara negara-negara maju.

Dengan pengesahan ini, pemerintahan Ishiba berharap dapat memberikan dukungan yang signifikan bagi masyarakat dan perekonomian Jepang sambil menghadapi tekanan dari oposisi dan tantangan fiskal.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News