Menu ✖

Dark Mode
Jumlah Warga Asing di Jepang Tembus Rekor 4,28 Juta Orang Hingga Akhir Juni 2026 Bandai Namco Umumkan Game Mobile Gundam Blitz Order, Hadir dengan Sistem Idle RPG Jepang Hentikan Sementara Ujian SIM Berbahasa Vietnam di Chiba, Diduga Soal Bocor Hampir 1.000 Pemegang Visa Bisnis Jepang Tinggalkan Negara Tanpa Izin Masuk Kembali Rusia Gelar Latihan Pengeboman di Pulau Sengketa Dekat Hokkaido, Jepang Protes Jepang Uji Operasi Kanker Usus dengan Robot yang Dikendalikan dari Jarak Jauh

News

Pemerintah Tokyo Berencana Gratiskan Layanan Daycare untuk Memacu Masyarakat Tak Khawatir Punya Anak

badge-check


					Pemerintah Tokyo Berencana Gratiskan Layanan Daycare untuk Memacu Masyarakat Tak Khawatir Punya Anak Perbesar

Pemerintah Tokyo mengumumkan rencana untuk menggratiskan layanan daycare bagi seluruh anak pra-sekolah mulai September mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang rendah di Jepang.

Inisiatif ini akan memperluas kebijakan sebelumnya yang hanya menggratiskan daycare untuk anak kedua dan seterusnya. Kini, anak pertama juga akan mendapatkan fasilitas serupa.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, menyatakan bahwa langkah ini mendesak untuk mengatasi krisis demografi yang sedang melanda Jepang.

“Jepang sedang menghadapi krisis penurunan jumlah anak yang tidak kunjung membaik,” ujar Koike saat mengumumkan rencana ini.
Dengan populasi yang terus menurun selama bertahun-tahun, masalah ini menjadi tantangan besar bagi Jepang, yang dikenal sebagai negara dengan populasi tertua kedua di dunia setelah Monaco.

Menurut media Jepang, kebijakan ini merupakan yang pertama di tingkat regional di negara tersebut. Saat ini, daycare publik tersedia bagi orang tua yang bekerja, namun pemerintah pusat sedang mempertimbangkan untuk memperluas aksesnya ke seluruh keluarga.

Selain daycare gratis, Koike sebelumnya mengusulkan pilihan kerja empat hari seminggu bagi pegawai pemerintah di Tokyo. Usulan ini adalah bagian dari dorongan nasional untuk mendukung orang tua dalam membesarkan anak.

Dengan aturan imigrasi yang relatif ketat, Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat populasi yang menua. Koike, yang telah memimpin Tokyo sejak 2016, memenangkan masa jabatan ketiga pada Juli lalu dengan janji meningkatkan kesejahteraan sosial dan menghadapi tantangan seperti inflasi.

Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban finansial keluarga di Tokyo dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Warga Asing di Jepang Tembus Rekor 4,28 Juta Orang Hingga Akhir Juni 2026

17 October 2026 - 14:36 WIB

Jepang Hentikan Sementara Ujian SIM Berbahasa Vietnam di Chiba, Diduga Soal Bocor

16 October 2026 - 12:10 WIB

Hampir 1.000 Pemegang Visa Bisnis Jepang Tinggalkan Negara Tanpa Izin Masuk Kembali

16 October 2026 - 10:10 WIB

Rusia Gelar Latihan Pengeboman di Pulau Sengketa Dekat Hokkaido, Jepang Protes

16 October 2026 - 10:10 WIB

Disney Imagination, Kapal Pesiar Baru Disney di Jepang yang Siap Berlayar pada 2029

15 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News