Menu ✖

Dark Mode
Puncak Gunung Fuji Akhirnya Diselimuti Salju Pertama Musim Ini Jepang Siapkan Dana ¥1,1 Triliun untuk Menahan Kenaikan Harga Bensin Toyota dan Waymo Siapkan Taksi Tanpa Sopir di Jepang Mulai 2027 Jepang Perketat Aturan Halloween, Shibuya hingga Nagoya Batasi Kerumunan Manga Horor School-Live! Resmi Terbit di Indonesia, Kisahkan Siswi yang Bertahan dari Wabah Zombi Tetsuya Chiba, Kreator Manga Legendaris Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

News

Pemerintah Tokyo Berencana Gratiskan Layanan Daycare untuk Memacu Masyarakat Tak Khawatir Punya Anak

badge-check


					Pemerintah Tokyo Berencana Gratiskan Layanan Daycare untuk Memacu Masyarakat Tak Khawatir Punya Anak Perbesar

Pemerintah Tokyo mengumumkan rencana untuk menggratiskan layanan daycare bagi seluruh anak pra-sekolah mulai September mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang rendah di Jepang.

Inisiatif ini akan memperluas kebijakan sebelumnya yang hanya menggratiskan daycare untuk anak kedua dan seterusnya. Kini, anak pertama juga akan mendapatkan fasilitas serupa.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, menyatakan bahwa langkah ini mendesak untuk mengatasi krisis demografi yang sedang melanda Jepang.

“Jepang sedang menghadapi krisis penurunan jumlah anak yang tidak kunjung membaik,” ujar Koike saat mengumumkan rencana ini.
Dengan populasi yang terus menurun selama bertahun-tahun, masalah ini menjadi tantangan besar bagi Jepang, yang dikenal sebagai negara dengan populasi tertua kedua di dunia setelah Monaco.

Menurut media Jepang, kebijakan ini merupakan yang pertama di tingkat regional di negara tersebut. Saat ini, daycare publik tersedia bagi orang tua yang bekerja, namun pemerintah pusat sedang mempertimbangkan untuk memperluas aksesnya ke seluruh keluarga.

Selain daycare gratis, Koike sebelumnya mengusulkan pilihan kerja empat hari seminggu bagi pegawai pemerintah di Tokyo. Usulan ini adalah bagian dari dorongan nasional untuk mendukung orang tua dalam membesarkan anak.

Dengan aturan imigrasi yang relatif ketat, Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat populasi yang menua. Koike, yang telah memimpin Tokyo sejak 2016, memenangkan masa jabatan ketiga pada Juli lalu dengan janji meningkatkan kesejahteraan sosial dan menghadapi tantangan seperti inflasi.

Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban finansial keluarga di Tokyo dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Puncak Gunung Fuji Akhirnya Diselimuti Salju Pertama Musim Ini

31 October 2026 - 10:30 WIB

Jepang Siapkan Dana ¥1,1 Triliun untuk Menahan Kenaikan Harga Bensin

31 October 2026 - 10:10 WIB

Jepang Perketat Aturan Halloween, Shibuya hingga Nagoya Batasi Kerumunan

30 October 2026 - 14:23 WIB

Tetsuya Chiba, Kreator Manga Legendaris Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

29 October 2026 - 10:10 WIB

Beredar Info Jepang Keluarkan Imbauan Mitigasi Bencana, Warga Diimbau Siapkan Kebutuhan Dasar untuk 3–7 Hari

28 October 2026 - 13:14 WIB

Trending on News