Menu ✖

Dark Mode
Nintendo Switch 2 Terjual 26,35 Juta Unit, Mario Kart World Jadi Game Terlaris Marak Serangan Hacker, Jepang Siapkan Dana ¥10 Miliar untuk Perkuat Keamanan Siber Kaligrafi Jepang Shodo Direkomendasikan Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO Penjualan PlayStation 5 Tembus 97,9 Juta Unit di Seluruh Dunia 3 WN Jepang Ditangkap atas Dugaan Kekerasan terhadap Pemagang WNI di Kapal Perikanan Persaingan Ketat, Bisnis Pesan Antar Makanan di Jepang Kini Dikuasai Tiga Perusahaan

News

Pemerintah Tokyo Berencana Gratiskan Layanan Daycare untuk Memacu Masyarakat Tak Khawatir Punya Anak

badge-check


					Pemerintah Tokyo Berencana Gratiskan Layanan Daycare untuk Memacu Masyarakat Tak Khawatir Punya Anak Perbesar

Pemerintah Tokyo mengumumkan rencana untuk menggratiskan layanan daycare bagi seluruh anak pra-sekolah mulai September mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang rendah di Jepang.

Inisiatif ini akan memperluas kebijakan sebelumnya yang hanya menggratiskan daycare untuk anak kedua dan seterusnya. Kini, anak pertama juga akan mendapatkan fasilitas serupa.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, menyatakan bahwa langkah ini mendesak untuk mengatasi krisis demografi yang sedang melanda Jepang.

“Jepang sedang menghadapi krisis penurunan jumlah anak yang tidak kunjung membaik,” ujar Koike saat mengumumkan rencana ini.
Dengan populasi yang terus menurun selama bertahun-tahun, masalah ini menjadi tantangan besar bagi Jepang, yang dikenal sebagai negara dengan populasi tertua kedua di dunia setelah Monaco.

Menurut media Jepang, kebijakan ini merupakan yang pertama di tingkat regional di negara tersebut. Saat ini, daycare publik tersedia bagi orang tua yang bekerja, namun pemerintah pusat sedang mempertimbangkan untuk memperluas aksesnya ke seluruh keluarga.

Selain daycare gratis, Koike sebelumnya mengusulkan pilihan kerja empat hari seminggu bagi pegawai pemerintah di Tokyo. Usulan ini adalah bagian dari dorongan nasional untuk mendukung orang tua dalam membesarkan anak.

Dengan aturan imigrasi yang relatif ketat, Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat populasi yang menua. Koike, yang telah memimpin Tokyo sejak 2016, memenangkan masa jabatan ketiga pada Juli lalu dengan janji meningkatkan kesejahteraan sosial dan menghadapi tantangan seperti inflasi.

Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban finansial keluarga di Tokyo dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Marak Serangan Hacker, Jepang Siapkan Dana ¥10 Miliar untuk Perkuat Keamanan Siber

7 November 2026 - 11:10 WIB

Kaligrafi Jepang Shodo Direkomendasikan Masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO

7 November 2026 - 10:10 WIB

3 WN Jepang Ditangkap atas Dugaan Kekerasan terhadap Pemagang WNI di Kapal Perikanan

6 November 2026 - 13:54 WIB

Persaingan Ketat, Bisnis Pesan Antar Makanan di Jepang Kini Dikuasai Tiga Perusahaan

5 November 2026 - 15:10 WIB

Anime Reincarnated as a Sword Season 2 Ungkap Trailer dan Karakter Baru untuk Seedrun Arc

5 November 2026 - 14:30 WIB

Trending on News