Menu

Dark Mode
Anime “Welcome to Demon School! Iruma-kun” Season 4 Rilis April, Ungkap Opening Baru Pemerintah Jepang Pertimbangkan Penggunaan Nama Lahir di Dokumen Resmi Setelah Menikah Lebih dari 60% Anak Muda di Bawah 30 Tahun di Jepang Tidak Ingin Punya Anak Polisi Jepang Tangkap 7 Orang Termasuk Anggota Yakuza Terkait Perampokan Rp44 Miliar di Tokyo Indonesia dan Jepang Teken Kerja Sama Mineral Kritis dan Energi Nuklir di Tokyo Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret

News

Pemerintah Tokyo Berencana Gratiskan Layanan Daycare untuk Memacu Masyarakat Tak Khawatir Punya Anak

badge-check


					Pemerintah Tokyo Berencana Gratiskan Layanan Daycare untuk Memacu Masyarakat Tak Khawatir Punya Anak Perbesar

Pemerintah Tokyo mengumumkan rencana untuk menggratiskan layanan daycare bagi seluruh anak pra-sekolah mulai September mendatang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan angka kelahiran yang rendah di Jepang.

Inisiatif ini akan memperluas kebijakan sebelumnya yang hanya menggratiskan daycare untuk anak kedua dan seterusnya. Kini, anak pertama juga akan mendapatkan fasilitas serupa.

Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, menyatakan bahwa langkah ini mendesak untuk mengatasi krisis demografi yang sedang melanda Jepang.

“Jepang sedang menghadapi krisis penurunan jumlah anak yang tidak kunjung membaik,” ujar Koike saat mengumumkan rencana ini.
Dengan populasi yang terus menurun selama bertahun-tahun, masalah ini menjadi tantangan besar bagi Jepang, yang dikenal sebagai negara dengan populasi tertua kedua di dunia setelah Monaco.

Menurut media Jepang, kebijakan ini merupakan yang pertama di tingkat regional di negara tersebut. Saat ini, daycare publik tersedia bagi orang tua yang bekerja, namun pemerintah pusat sedang mempertimbangkan untuk memperluas aksesnya ke seluruh keluarga.

Selain daycare gratis, Koike sebelumnya mengusulkan pilihan kerja empat hari seminggu bagi pegawai pemerintah di Tokyo. Usulan ini adalah bagian dari dorongan nasional untuk mendukung orang tua dalam membesarkan anak.

Dengan aturan imigrasi yang relatif ketat, Jepang menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat populasi yang menua. Koike, yang telah memimpin Tokyo sejak 2016, memenangkan masa jabatan ketiga pada Juli lalu dengan janji meningkatkan kesejahteraan sosial dan menghadapi tantangan seperti inflasi.

Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban finansial keluarga di Tokyo dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Jepang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Jepang Pertimbangkan Penggunaan Nama Lahir di Dokumen Resmi Setelah Menikah

16 March 2026 - 15:10 WIB

Lebih dari 60% Anak Muda di Bawah 30 Tahun di Jepang Tidak Ingin Punya Anak

16 March 2026 - 11:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 7 Orang Termasuk Anggota Yakuza Terkait Perampokan Rp44 Miliar di Tokyo

16 March 2026 - 10:10 WIB

Indonesia dan Jepang Teken Kerja Sama Mineral Kritis dan Energi Nuklir di Tokyo

16 March 2026 - 07:27 WIB

Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret

13 March 2026 - 21:08 WIB

Trending on News