Menu

Dark Mode
Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011 Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam WIT Studio Siapkan Pengumuman Baru Attack on Titan pada 20 Agustus, Proyek Anime Baru? Pokémon Bank Resmi Ditutup Februari 2027, Pokémon Lama Terancam Tak Bisa Dipindahkan Lagi Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

News

Pemotongan Pajak Konsumsi Makanan di Jepang Berpotensi Kurangi Pendapatan Petani Lebih dari ¥300 Miliar per Tahun

badge-check


					Pemotongan Pajak Konsumsi Makanan di Jepang Berpotensi Kurangi Pendapatan Petani Lebih dari ¥300 Miliar per Tahun Perbesar

Rencana pemerintah Jepang untuk menurunkan pajak konsumsi pada makanan dan minuman diperkirakan akan memberikan dampak besar bagi sektor pertanian. Menurut estimasi yang dirilis oleh Mitsubishi Research Institute, sekitar 800.000 petani kecil dan menengah di Jepang dapat kehilangan pendapatan lebih dari 300 miliar yen per tahun secara total.

Saat ini, makanan dan minuman di Jepang dikenakan pajak konsumsi sebesar 8 persen. Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menurunkannya menjadi 1 persen mulai April 2027 guna meringankan beban masyarakat.

Namun, banyak petani kecil di Jepang saat ini mendapat keuntungan dari sistem pajak yang berlaku. Karena sebagian besar petani berskala kecil dibebaskan sepenuhnya atau sebagian dari kewajiban menyetorkan pajak konsumsi kepada pemerintah, pajak yang sudah termasuk dalam harga hasil panen mereka pada praktiknya menjadi tambahan pendapatan.

Jika tarif pajak makanan diturunkan menjadi 1 persen, jumlah pajak yang terkandung dalam harga jual hasil pertanian juga akan berkurang drastis. Di sisi lain, petani tetap harus membayar pajak konsumsi saat membeli pupuk, mesin pertanian, dan berbagai kebutuhan produksi lainnya. Akibatnya, pendapatan mereka bisa menurun.

Penelitian tersebut memperkirakan rata-rata setiap petani akan kehilangan sekitar 400.000 yen per tahun, meskipun jumlah pastinya berbeda tergantung ukuran dan pendapatan usaha masing-masing.

Dari sekitar 820.000 petani di Jepang, diperkirakan:

  • Sekitar 700.000 petani saat ini sepenuhnya dibebaskan dari kewajiban menyetor pajak konsumsi.
  • Sekitar 85.000 petani mendapat pembebasan sebagian.

Karena proporsi petani kecil dan menengah sangat besar dalam sektor pertanian Jepang, industri ini dinilai lebih rentan terhadap dampak pemotongan pajak dibandingkan sektor lainnya.

Pemerintah Jepang disebut sedang mempertimbangkan pemberian subsidi dan berbagai bentuk bantuan keuangan untuk mengurangi dampak negatif kebijakan tersebut terhadap petani.

Para ahli memperingatkan bahwa jika tidak diimbangi dengan dukungan yang memadai, penurunan pendapatan ini dapat mempercepat tren yang sudah berlangsung lama di Jepang, yaitu semakin banyak petani yang meninggalkan sektor pertanian karena alasan ekonomi.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekspor Persik Fukushima ke Taiwan Kembali Setelah Terhenti Sejak Krisis Nuklir 2011

18 August 2026 - 10:10 WIB

Hujan Ekstrem Terjang Jepang Timur, 10 Orang Tewas dan Lebih dari 1.000 Rumah Terendam

18 August 2026 - 10:10 WIB

Jumlah Akiya di Jepang Terus Bertambah, Keluarga Mulai Pusing Mengurus Rumah Warisan

15 August 2026 - 12:10 WIB

WNI 27 Tahun Tewas Tenggelam Saat Bermain di Sungai di Aichi, Jepang

15 August 2026 - 11:10 WIB

Hujan Deras di Daerah Chiba Jepang Tewaskan 8 Orang, Ribuan Orang Terjebak di Bandara

15 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News