Menu

Dark Mode
JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026 Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

News

Pemotongan Pajak Konsumsi Makanan di Jepang Berpotensi Kurangi Pendapatan Petani Lebih dari ¥300 Miliar per Tahun

badge-check


					Pemotongan Pajak Konsumsi Makanan di Jepang Berpotensi Kurangi Pendapatan Petani Lebih dari ¥300 Miliar per Tahun Perbesar

Rencana pemerintah Jepang untuk menurunkan pajak konsumsi pada makanan dan minuman diperkirakan akan memberikan dampak besar bagi sektor pertanian. Menurut estimasi yang dirilis oleh Mitsubishi Research Institute, sekitar 800.000 petani kecil dan menengah di Jepang dapat kehilangan pendapatan lebih dari 300 miliar yen per tahun secara total.

Saat ini, makanan dan minuman di Jepang dikenakan pajak konsumsi sebesar 8 persen. Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menurunkannya menjadi 1 persen mulai April 2027 guna meringankan beban masyarakat.

Namun, banyak petani kecil di Jepang saat ini mendapat keuntungan dari sistem pajak yang berlaku. Karena sebagian besar petani berskala kecil dibebaskan sepenuhnya atau sebagian dari kewajiban menyetorkan pajak konsumsi kepada pemerintah, pajak yang sudah termasuk dalam harga hasil panen mereka pada praktiknya menjadi tambahan pendapatan.

Jika tarif pajak makanan diturunkan menjadi 1 persen, jumlah pajak yang terkandung dalam harga jual hasil pertanian juga akan berkurang drastis. Di sisi lain, petani tetap harus membayar pajak konsumsi saat membeli pupuk, mesin pertanian, dan berbagai kebutuhan produksi lainnya. Akibatnya, pendapatan mereka bisa menurun.

Penelitian tersebut memperkirakan rata-rata setiap petani akan kehilangan sekitar 400.000 yen per tahun, meskipun jumlah pastinya berbeda tergantung ukuran dan pendapatan usaha masing-masing.

Dari sekitar 820.000 petani di Jepang, diperkirakan:

  • Sekitar 700.000 petani saat ini sepenuhnya dibebaskan dari kewajiban menyetor pajak konsumsi.
  • Sekitar 85.000 petani mendapat pembebasan sebagian.

Karena proporsi petani kecil dan menengah sangat besar dalam sektor pertanian Jepang, industri ini dinilai lebih rentan terhadap dampak pemotongan pajak dibandingkan sektor lainnya.

Pemerintah Jepang disebut sedang mempertimbangkan pemberian subsidi dan berbagai bentuk bantuan keuangan untuk mengurangi dampak negatif kebijakan tersebut terhadap petani.

Para ahli memperingatkan bahwa jika tidak diimbangi dengan dukungan yang memadai, penurunan pendapatan ini dapat mempercepat tren yang sudah berlangsung lama di Jepang, yaitu semakin banyak petani yang meninggalkan sektor pertanian karena alasan ekonomi.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam

20 July 2026 - 14:10 WIB

Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka

20 July 2026 - 10:50 WIB

Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026

20 July 2026 - 10:48 WIB

Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang

20 July 2026 - 10:43 WIB

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

18 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News