Menu

Dark Mode
Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik Buku Anak Legendaris “Little Mouse’s Red Vest” Akan Jadi Anime, Tayang April Anime “Aoashi” Season 2 Umumkan Teaser Baru, Tayang 4 Oktober Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Manga “Junket Bank” Akan Diadaptasi Menjadi Anime TV, Tayang Oktober

News

Pertamina Gandeng Perusahaan Jepang untuk Bisnis Angkutan Karbon

badge-check


					Pertamina Gandeng Perusahaan Jepang untuk Bisnis Angkutan Karbon Perbesar

PT Pertamina International Shipping (PIS) terus menyiapkan sejumlah program dalam bisnis pengangkutan karbon. Khususnya dalam bisnis Carbon Capture and Storage/Carbon Capture Utilisation and Storage (CCS/CCUS).

Bersama mitra strategis perusahaan pengapalan asal Jepang, Nippon Yusen Kaisha Group (NYK), PIS buka bukaan tentang persiapan mereka dalam membangun armada dan infrastruktur pendukung bisnis CCS/CCUS dalam forum Gastech 2024, di Texas, Amerika Serikat.

“Suka atau tidak, kita harus bergerak cepat untuk mengantisipasi kebutuhan akan CCS di masa depan. Pada saat bersamaan, kami harus berinvestasi untuk menghadapi kebutuhan energi saat ini dan masa depan. Contohnya adalah melalui kerja sama kami dengan NYK dalam mengembangkan transportasi CCS di Indonesia,” ujar Yoki dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9/2024).

Salah satu yang tengah PIS siapkan melalui kerja samanya dengan NYK yakni investasi kapal pengangkut LCO2 (liquid carbon dioxide) dan receiving terminal. Keduanya merupakan infrastruktur utama yang dibutuhkan dalam mengembangkan bisnis CCS/CCUS.

Yoki menceritakan, implementasi transformasi hijau secara cepat sudah dilakukan Pertamina International Shipping. Semisal peremajaan armada dengan kapal yang lebih ramah lingkungan dan menggunakan bahan bakar alternatif seperti dual-fuel dan biodiesel.

Tidak berhenti di situ saja, sejumlah inisiatif ke depan juga sudah dimulai. PIS berencana terus memodernisasi armada dengan fitur-fitur yang lebih hemat energi, memperluas penggunaan bahan bakar alternatif, dan melakukan investasi untuk siap menjadi bagian dari rangkaian bisnis CCS/CCUS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kekurangan Sopir, Tokyo Hapus Layanan Bus Tengah Malam Mulai Akhir Maret

13 March 2026 - 21:08 WIB

Honda Terancam Rugi Rp250 Triliun Akibat Perubahan Strategi Mobil Listrik

13 March 2026 - 18:00 WIB

Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

13 March 2026 - 10:10 WIB

Rencana Penggunaan Ulang 150 Bus Listrik Expo Osaka Ditunda karena Masalah Keamanan

12 March 2026 - 12:10 WIB

Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran

12 March 2026 - 08:18 WIB

Trending on News