Menu

Dark Mode
Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI Arc Baru Re Season 4 Mulai Tayang 12 Agustus Masuk Toko Pokémon Card Store di Jepang Kini Wajib Scan Wajah Demi Basmi Penimbun Kartu Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik? Film Chiikawa Resmi Tayang di Indonesia Mulai 28 Agustus Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang

News

Perusahaan Manisan Besar asal Jepang, Chateraise Co Gunakan Kakao dari Indonesia

badge-check


					Perusahaan Manisan Besar asal Jepang, Chateraise Co Gunakan Kakao dari Indonesia Perbesar

Perusahaan manisan besar asal Jepang, Chateraise Co., mulai memproduksi dan menjual produk cokelat menggunakan kakao dari Indonesia. Untuk pertama kalinya, perusahaan ini terlibat langsung sejak tahap perkebunan hingga pemasaran melalui skema fair trade lintas negara.

Langkah ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memberikan dampak sosial di daerah penghasil kakao, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan motivasi petani dalam membudidayakan kakao.

Selama lebih dari 30 tahun, Chateraise dikenal dengan konsep “farm factory,” yaitu mengambil bahan baku langsung dari petani lalu memproduksinya di pabrik terdekat. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjaga harga tetap terjangkau sambil mempertahankan kualitas.

Sebelumnya, Chateraise mengandalkan kakao impor. Namun, mereka mulai melirik potensi kakao dari Pulau Sulawesi melalui kerja sama dengan mitra lokal di Indonesia. Pada 2023, proyek ini mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency dalam program pengembangan sektor swasta, termasuk untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Indonesia sendiri merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Meski demikian, kualitas biji kakao masih bervariasi dan proses fermentasi belum optimal, sehingga sebagian besar hasilnya masih diolah menjadi bubuk kakao dengan nilai jual lebih rendah dibanding cokelat premium Afrika.

Wilayah seperti Provinsi Gorontalo di Sulawesi dipilih sebagai lokasi produksi, salah satunya karena hubungan dengan Rachmat Gobel, mitra bisnis Chateraise yang juga memiliki kedekatan dengan Jepang. Sejak 2017, kedua pihak telah menjalin joint venture, termasuk membangun pabrik di Bogor pada 2022 dan mengoperasikan sekitar 60 toko di Indonesia. Pabrik kedua juga mulai dibangun di Bekasi pada April lalu.

Pada awal 2024, tim Chateraise turun langsung ke Indonesia untuk mengawasi proses produksi, mulai dari pemilihan lahan hingga fermentasi dan pengeringan. Mereka menekankan standar kebersihan yang ketat untuk meningkatkan kualitas kakao dan mengurangi rasa pahit yang tidak diinginkan.

Langkah ini menunjukkan upaya Jepang dan Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Lindungi Suara Seiyuu dari Penyalahgunaan AI

8 August 2026 - 19:51 WIB

Masuk Toko Pokémon Card Store di Jepang Kini Wajib Scan Wajah Demi Basmi Penimbun Kartu

6 August 2026 - 13:13 WIB

Serangan Beruang di Jepang Pecahkan Rekor, Pemerintah Kini Kurangi Populasi Beruang

6 August 2026 - 10:10 WIB

Pengajuan Permanent Residence Jepang Resmi Diperketat, Kini Wajib Penuhi Syarat Gaji, Bahasa Jepang, dan Pensiun

4 August 2026 - 20:24 WIB

Patlabor Hadir Lagi! Manga One-shot Baru Resmi Terbit Bulan Agustus

4 August 2026 - 13:10 WIB

Trending on News