Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tengah mengatur pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Tokyo pada akhir Maret, menurut sumber pemerintah pada Rabu.
Di tengah upaya China memperkuat pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara, Jepang ingin menegaskan kembali solidaritasnya dengan Indonesia dalam mendorong visi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka (Free and Open Indo-Pacific/FOIP). Indonesia dinilai memiliki posisi strategis di jalur pelayaran penting kawasan tersebut.
Menurut sumber tersebut, Prabowo mempertimbangkan kunjungan selama dua hari mulai 30 Maret. Kunjungan ini akan menjadi lawatan pertamanya ke Jepang sejak menjabat pada Oktober 2024.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, pada Selasa menyatakan bahwa Indonesia siap menjadi mediator dalam konflik yang meningkat antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah ia melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Takaichi sebelumnya menyebutkan bahwa ia berencana memperbarui inisiatif FOIP sebagai pilar diplomasi Jepang. Untuk mewujudkan FOIP yang pertama kali diusulkan pada 2016 oleh mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, Takaichi menempatkan hubungan dengan negara-negara anggota ASEAN sebagai prioritas utama.
Indonesia juga merupakan penerima program bantuan keamanan resmi Jepang, di mana Tokyo menyediakan peralatan pertahanan bagi negara-negara yang memiliki visi sejalan.
Kedua negara telah meningkatkan kerja sama di bidang keamanan maritim. Pada Januari 2025, Jepang sepakat untuk menyediakan kapal patroli cepat kepada Indonesia.
Selain kerja sama keamanan, kedua pemimpin juga diperkirakan akan bertukar pandangan mengenai isu ekonomi, termasuk penguatan rantai pasok barang-barang strategis.
Sc : KN








