Menu

Dark Mode
Kereta Baru Enoden Hadirkan Pemandangan Laut dari Semua Kursi, Mulai Beroperasi Musim Semi Bandara Narita Uji Coba Mesin Pemadat Pakaian untuk Kurangi Koper Terbengkalai Kata Jepang yang Kedengarannya Sama Tapi Maknanya Beda Warga Negara Indonesia di Jepang Ditangkap Kembali atas Dugaan Akses Ilegal dan Pencurian Senilai Rp260 Juta Jepang Rilis Piktogram Baru untuk Peringatkan Wisatawan Soal Bahaya Beruang BanG Dream! Umumkan Game Mobile Baru BanG Dream! Our Notes, Rilis 2026 dengan Dua Band Baru

News

Produksi Melimpah, Namun Harga Beras di Jepang Tetap Tinggi, Apa Penyebabnya?

badge-check


					Produksi Melimpah, Namun Harga Beras di Jepang Tetap Tinggi,  Apa Penyebabnya? Perbesar

Produksi beras Jepang untuk tahun 2024 diperkirakan mencapai 6,83 juta ton, melebihi perkiraan permintaan sebanyak 6,74 juta ton hingga Juni 2025, menurut Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang.

 

Dengan demikian, persediaan beras dari sektor swasta diproyeksikan meningkat menjadi 1,62 juta ton pada akhir Juni 2025, dari titik terendah sepanjang sejarah, yaitu 1,53 juta ton tahun sebelumnya. Kenaikan persediaan ini diharapkan meredakan ketatnya pasokan dan kenaikan harga yang dipicu oleh musim panas ekstrem yang mengurangi hasil panen sebelumnya.

 

Namun, harga beras sebagai makanan pokok mungkin tetap tinggi. Menurut para pengamat, inflasi diperkirakan akan mempertahankan biaya produksi, seperti untuk utilitas dan pupuk, pada tingkat yang tinggi. Hal ini bisa membuat harga beras tetap mahal meskipun pasokan meningkat.

 

Kementerian percaya bahwa tren penurunan permintaan beras dalam jangka panjang tetap tidak berubah, dan kenaikan permintaan baru-baru ini hanya disebabkan oleh dua faktor:

 

  1. Laju kenaikan harga beras yang lebih lambat dibandingkan dengan mie dan roti.
  2. Peningkatan konsumsi di restoran, didorong oleh booming pariwisata asing.

 

Pada tahun 2025, produksi beras diperkirakan tetap pada 6,83 juta ton, sementara permintaan kemungkinan menurun menjadi 6,63 juta ton, sebagian karena tingginya harga.

 

Para ahli yang tergabung dalam diskusi bersama kementerian menyatakan bahwa risiko penurunan permintaan di masa depan masih besar, terutama jika permintaan yang meningkat tiba-tiba ini kembali menurun akibat tingginya harga.

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kereta Baru Enoden Hadirkan Pemandangan Laut dari Semua Kursi, Mulai Beroperasi Musim Semi

17 January 2026 - 16:10 WIB

Bandara Narita Uji Coba Mesin Pemadat Pakaian untuk Kurangi Koper Terbengkalai

17 January 2026 - 16:10 WIB

Warga Negara Indonesia di Jepang Ditangkap Kembali atas Dugaan Akses Ilegal dan Pencurian Senilai Rp260 Juta

17 January 2026 - 15:10 WIB

Jepang Rilis Piktogram Baru untuk Peringatkan Wisatawan Soal Bahaya Beruang

17 January 2026 - 15:10 WIB

Lewat JICA, Jepang Sediakan Rumah Bergaya Jepang untuk Warga Ukraina yang Mengungsi Akibat Perang

17 January 2026 - 11:10 WIB

Trending on News