Proyek Linear Chuo Shinkansen (Maglev) akhirnya melewati salah satu hambatan terbesarnya.
Pada Sabtu, JR Central resmi menandatangani perjanjian dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka yang membuka jalan bagi dimulainya pembangunan jalur Maglev di wilayah tersebut.
Jalur sepanjang sekitar 8,9 kilometer di Prefektur Shizuoka merupakan satu-satunya bagian rute Tokyo–Nagoya yang hingga kini belum bisa dibangun karena selama bertahun-tahun mendapat penolakan dari gubernur sebelumnya.
Penolakan tersebut berfokus pada kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, terutama kemungkinan berkurangnya debit air Sungai Oi yang menjadi sumber air penting bagi wilayah Shizuoka.
Presiden JR Central, Shunsuke Niwa, mengatakan perusahaan siap memulai pembangunan secepatnya.
“Kami akan melaksanakan seluruh langkah perlindungan lingkungan dan sistem pemantauan yang telah dijanjikan.”
Sementara itu, Gubernur Shizuoka Yasutomo Suzuki menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawasi pelaksanaan proyek tersebut.
Dalam perjanjian tersebut, JR Central diwajibkan untuk:
- Menjaga jumlah air yang keluar dari wilayah Shizuoka tetap seimbang.
- Meminimalkan dampak terhadap ekosistem Pegunungan Alpen Selatan.
- Mengelola tanah hasil penggalian terowongan dengan benar.
- Menghentikan pembangunan jika ditemukan kerusakan lingkungan yang tidak terduga.
Sungai Oi sendiri merupakan sumber air penting yang digunakan untuk mengairi sawah dan perkebunan teh, salah satu komoditas khas Prefektur Shizuoka.
Awalnya, jalur pertama Maglev dari Stasiun Shinagawa (Tokyo) menuju Nagoya ditargetkan beroperasi pada 2027.
Namun pada Maret 2024, JR Central mengakui target tersebut tidak mungkin tercapai akibat tertundanya pembangunan di Shizuoka. Hingga saat ini, jadwal pembukaan resmi masih belum ditentukan, meski pembangunan kini akhirnya bisa dimulai.
Sc : mainichi








