Menu ✖

Dark Mode
Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

News

Remaja Jepang Ditangkap karena Meretas Rakuten Mobile dengan Bantuan ChatGPT

badge-check


					Remaja Jepang Ditangkap karena Meretas Rakuten Mobile dengan Bantuan ChatGPT Perbesar

Tiga remaja telah ditangkap atas dugaan akses tidak sah ke sistem operator seluler Rakuten Group Inc. untuk mendapatkan kontrak secara ilegal. Mereka menggunakan program yang diyakini dikembangkan sendiri dengan bantuan chatbot kecerdasan buatan ChatGPT, kata polisi Tokyo pada Kamis.

Tiga siswa laki-laki tersebut adalah seorang remaja 15 tahun dari Prefektur Shiga, seorang remaja 16 tahun dari Prefektur Gifu, dan seorang remaja 14 tahun dari Tokyo bagian barat. Mereka diduga menjual sedikitnya 2.500 nomor ponsel yang diperoleh secara ilegal, menghasilkan sekitar 7,5 juta yen (~Rp800 juta) dalam bentuk mata uang kripto, menurut pihak kepolisian.

Ketiganya diyakini bertemu melalui game online. Mereka secara terpisah mengakses sistem Rakuten Mobile Inc. untuk membuat kontrak menggunakan identitas orang lain antara Mei hingga Agustus.

Polisi menemukan sekitar 3,3 miliar kombinasi ID dan kata sandi di komputer para tersangka, dengan data yang diyakini dibeli dari pihak ketiga melalui aplikasi perpesanan terenkripsi Telegram.

Mereka menggunakan program otomatis yang mencoba masuk ke sistem Rakuten Mobile dengan kombinasi ID dan kata sandi tersebut. Jika berhasil masuk, program akan mengeksekusi kontrak atas nama akun yang ditembus. Kecerdasan buatan juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan program, menurut penyelidikan kepolisian.

Program tersebut terutama dikembangkan oleh remaja 16 tahun dari Gifu, sementara remaja 15 tahun dari Shiga diduga sebagai dalang di balik aksi ini. Ia mengaku kepada polisi bahwa ia ingin mendapatkan perhatian di media sosial, sementara dua lainnya mengatakan ingin memperoleh uang.

Para remaja ini menggunakan hasil kejahatan mereka untuk membeli konsol game dan berjudi di kasino online. Mereka ditangkap antara 3 hingga 25 Februari, dan polisi masih menyelidiki lebih lanjut kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Trending on News