Menu ✖

Dark Mode
Jumlah Kelahiran Bayi di Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun Ilustrator Manga Food Wars! Shun Saeki Akhiri Kontrak Eksklusif dengan Shueisha Pria WNI Ditangkap setelah Masuk ke Apartemen Perempuan di Hyogo, Jepang Dua WNI Dikonfirmasi Meninggal Dunia Setelah Terseret Ombak Saat Memancing di Ibaraki, Jepang Suntory hingga Nojima Alami Kebocoran Data, Informasi Pribadi Jutaan Pengguna Terdampak Patung Rathalos dan Lagiacrus Monster Hunter Berukuran Asli Bakal Hadir di Mal Jepang

News

Remaja Jepang Ditangkap karena Meretas Rakuten Mobile dengan Bantuan ChatGPT

badge-check


					Remaja Jepang Ditangkap karena Meretas Rakuten Mobile dengan Bantuan ChatGPT Perbesar

Tiga remaja telah ditangkap atas dugaan akses tidak sah ke sistem operator seluler Rakuten Group Inc. untuk mendapatkan kontrak secara ilegal. Mereka menggunakan program yang diyakini dikembangkan sendiri dengan bantuan chatbot kecerdasan buatan ChatGPT, kata polisi Tokyo pada Kamis.

Tiga siswa laki-laki tersebut adalah seorang remaja 15 tahun dari Prefektur Shiga, seorang remaja 16 tahun dari Prefektur Gifu, dan seorang remaja 14 tahun dari Tokyo bagian barat. Mereka diduga menjual sedikitnya 2.500 nomor ponsel yang diperoleh secara ilegal, menghasilkan sekitar 7,5 juta yen (~Rp800 juta) dalam bentuk mata uang kripto, menurut pihak kepolisian.

Ketiganya diyakini bertemu melalui game online. Mereka secara terpisah mengakses sistem Rakuten Mobile Inc. untuk membuat kontrak menggunakan identitas orang lain antara Mei hingga Agustus.

Polisi menemukan sekitar 3,3 miliar kombinasi ID dan kata sandi di komputer para tersangka, dengan data yang diyakini dibeli dari pihak ketiga melalui aplikasi perpesanan terenkripsi Telegram.

Mereka menggunakan program otomatis yang mencoba masuk ke sistem Rakuten Mobile dengan kombinasi ID dan kata sandi tersebut. Jika berhasil masuk, program akan mengeksekusi kontrak atas nama akun yang ditembus. Kecerdasan buatan juga digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan program, menurut penyelidikan kepolisian.

Program tersebut terutama dikembangkan oleh remaja 16 tahun dari Gifu, sementara remaja 15 tahun dari Shiga diduga sebagai dalang di balik aksi ini. Ia mengaku kepada polisi bahwa ia ingin mendapatkan perhatian di media sosial, sementara dua lainnya mengatakan ingin memperoleh uang.

Para remaja ini menggunakan hasil kejahatan mereka untuk membeli konsol game dan berjudi di kasino online. Mereka ditangkap antara 3 hingga 25 Februari, dan polisi masih menyelidiki lebih lanjut kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Kelahiran Bayi di Jepang Naik untuk Pertama Kalinya dalam 11 Tahun

5 November 2026 - 10:10 WIB

Pria WNI Ditangkap setelah Masuk ke Apartemen Perempuan di Hyogo, Jepang

4 November 2026 - 14:10 WIB

Dua WNI Dikonfirmasi Meninggal Dunia Setelah Terseret Ombak Saat Memancing di Ibaraki, Jepang

4 November 2026 - 12:10 WIB

Suntory hingga Nojima Alami Kebocoran Data, Informasi Pribadi Jutaan Pengguna Terdampak

4 November 2026 - 10:10 WIB

Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

3 November 2026 - 13:10 WIB

Trending on News