Menu

Dark Mode
Kehamilan Kembar dari Program Bayi Tabung di Jepang Mencapai Rekor Tertinggi Setelah Ditanggung Asuransi JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori Koji Mukai Kembali ke Film Mr. Osomatsu, Kini Jadi “Mantan Osomatsu” Polisi Temukan Jenazah di Gunung Karasawa, Diduga Terkait WNI yang Hilang Sejak Maret Masjid Ilegal di Kawagoe Diminta Hentikan Aktivitas, Wali Kota Tegaskan Tidak Boleh Digunakan Dua Awak Kabin Kedapatan Minum Alkohol Sebelum Bertugas, Japan Airlines Ditegur Kementerian Transportasi Jepang

News

Kehamilan Kembar dari Program Bayi Tabung di Jepang Mencapai Rekor Tertinggi Setelah Ditanggung Asuransi

badge-check


					Japanese, baby, twins Perbesar

Japanese, baby, twins

Jumlah kehamilan ganda (seperti bayi kembar atau kembar tiga) yang terjadi akibat teknologi reproduksi berbantu (ART), termasuk program bayi tabung, di Jepang mencapai 4.354 kasus pada tahun 2023, angka tertinggi yang pernah tercatat.

Menurut penelitian terbaru, jumlah tersebut meningkat sekitar 36 persen dibandingkan tahun 2022. Para peneliti menilai kenaikan ini kemungkinan berkaitan dengan kebijakan pemerintah yang mulai memasukkan perawatan kesuburan ke dalam cakupan asuransi kesehatan nasional sejak tahun 2022.

Di Jepang, asuransi kesehatan menanggung biaya transfer embrio hingga enam kali bagi perempuan yang memulai perawatan sebelum usia 40 tahun, dan hingga tiga kali bagi perempuan berusia 40 hingga 42 tahun.

Karena jumlah percobaan yang ditanggung asuransi terbatas, sebagian pasien diduga memilih untuk mentransfer lebih dari satu embrio sekaligus agar peluang kehamilan meningkat dan proses pengobatan dapat selesai dalam jumlah siklus yang ditanggung.

Namun, kehamilan ganda memiliki risiko lebih tinggi bagi ibu maupun janin. Oleh karena itu, Japan Society of Obstetrics and Gynecology pada prinsipnya merekomendasikan agar hanya satu embrio yang ditransfer dalam satu kali prosedur.

Sebelum tahun 2008, tingkat kehamilan ganda akibat bayi tabung di Jepang pernah melebihi 10 persen. Setelah rekomendasi transfer satu embrio diterapkan, angkanya turun dan bertahan di sekitar 3 persen sejak 2014. Namun pada 2023, angka tersebut kembali naik menjadi 3,8 persen.

Dari 4.354 kasus yang tercatat pada 2023, sebagian besar merupakan kehamilan kembar dua. Selain itu terdapat 69 kasus kehamilan kembar tiga dan 6 kasus kehamilan kembar empat.

Penelitian juga menemukan bahwa praktik transfer dua embrio atau lebih meningkat terutama pada pasien berusia 41 tahun ke atas.

Ayumu Ito, dosen dari Universitas Toho yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa sistem asuransi saat ini perlu dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan beban yang dapat ditimbulkan oleh kehamilan berisiko tinggi terhadap layanan kesehatan ibu dan bayi di Jepang.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Polisi Temukan Jenazah di Gunung Karasawa, Diduga Terkait WNI yang Hilang Sejak Maret

13 June 2026 - 15:10 WIB

Masjid Ilegal di Kawagoe Diminta Hentikan Aktivitas, Wali Kota Tegaskan Tidak Boleh Digunakan

13 June 2026 - 10:40 WIB

Dua Awak Kabin Kedapatan Minum Alkohol Sebelum Bertugas, Japan Airlines Ditegur Kementerian Transportasi Jepang

13 June 2026 - 10:10 WIB

Film Live-Action Baru Kaiji Resmi Diumumkan, Tayang Januari 2027

12 June 2026 - 19:10 WIB

Wanita Warga China Dirampok Rp870 Juta di Dekat Stasiun Ikebukuro Tokyo

12 June 2026 - 13:10 WIB

Trending on News