Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Enam Produsen Es Krim Besar Jepang Digeledah, Diduga Bersekongkol Naikkan Harga

badge-check


					Enam Produsen Es Krim Besar Jepang Digeledah, Diduga Bersekongkol Naikkan Harga Perbesar

Komisi Perdagangan Adil Jepang (JFTC) pada Selasa menggeledah enam produsen es krim terbesar di Jepang atas dugaan praktik kartel harga yang melanggar undang-undang antimonopoli.

Perusahaan yang menjadi sasaran penyelidikan adalah Meiji Co., Morinaga Milk Industry Co., Lotte Co., Ezaki Glico Co., Morinaga & Co., dan Akagi Nyugyo Co..

Menurut sumber terkait, keenam perusahaan tersebut diduga saling bertukar informasi melalui email dan pertemuan selama beberapa tahun untuk menyepakati waktu serta besaran kenaikan harga rekomendasi produk es krim dan makanan penutup beku lainnya.

Ini merupakan pertama kalinya JFTC menyelidiki dugaan kartel harga yang melibatkan industri es krim di Jepang.

Selain dugaan koordinasi harga, otoritas juga menyelidiki apakah perusahaan-perusahaan tersebut memanfaatkan inflasi untuk menaikkan harga melebihi kenaikan biaya produksi yang sebenarnya.

Meski harga rekomendasi tidak mengikat, banyak toko dan supermarket di Jepang menjadikannya sebagai acuan dalam menentukan harga jual kepada konsumen.

Pihak Glico mengonfirmasi bahwa mereka sedang diperiksa oleh otoritas persaingan usaha.

Pasar es krim Jepang sendiri sedang berada dalam masa pertumbuhan. Menurut data industri, nilai pasar es krim dan produk sejenis di Jepang mencapai rekor sekitar 663,1 miliar yen (sekitar Rp72 triliun) pada tahun fiskal 2025. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi selama enam tahun berturut-turut, didorong oleh cuaca musim panas yang sangat panas serta kenaikan harga produk.

Kasus ini mengingatkan pada tahun 1997 ketika Haagen-Dazs Japan Inc. dinyatakan melanggar undang-undang antimonopoli karena menekan para pengecer agar tidak menjual produknya di bawah harga yang direkomendasikan perusahaan.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News