Menu

Dark Mode
Menang Telak di Pemilu, PM Jepang Sanae Takaichi Balas Ucapan Selamat dari Donald Trump dan Pemimpin Dunia Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang Sony Resmi Tinggalkan Pasar Blu-ray Recorder, Streaming Jadi Penentu Zaman Utang Jepang Tembus Rekor 1.342 Triliun Yen, Janji Belanja Besar Perdana Menteri Takaichi Jadi Sorotan Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

News

Sekitar 24 Persen Lampu Lalu Lintas di Jepang Sudah Lewat Masa Penggantian

badge-check


					Sekitar 24 Persen Lampu Lalu Lintas di Jepang Sudah Lewat Masa Penggantian Perbesar

Sekitar 24 persen lampu lalu lintas di Jepang pada tahun fiskal 2023 tercatat telah melewati masa penggantian, menurut laporan Badan Kepolisian Nasional pada Rabu (2 April). Temuan ini memicu kekhawatiran akan risiko kecelakaan serius akibat kerusakan atau robohnya lampu lalu lintas ke jalan.

Umur pakai perangkat pengatur lampu lalu lintas umumnya sekitar 19 tahun. Namun, data kepolisian menunjukkan bahwa pada tahun fiskal 2023, sebanyak 49.684 unit atau 24,3 persen dari total lampu lalu lintas di Jepang telah melewati ambang usia tersebut.

Ini merupakan tahun keempat berturut-turut di mana persentase lampu lalu lintas yang belum diganti tetap berada di kisaran 24 persen.

Kemungkinan terjadinya kerusakan meningkat tajam setelah perangkat berusia 17 hingga 20 tahun. Dari 838 kasus kerusakan yang dilaporkan pada tahun fiskal 2023, sebanyak 473 di antaranya melibatkan pengontrol yang telah berusia lebih dari 19 tahun.

Jumlah lampu lalu lintas di Jepang meningkat dari sekitar 100.000 unit pada tahun fiskal 1980 menjadi lebih dari 200.000 unit sejak tahun fiskal 2009. Untuk mengganti satu sistem lampu lalu lintas, dibutuhkan biaya minimal 1,4 juta yen, termasuk biaya pemasangan.

“Pemeliharaan menjadi semakin sulit seiring bertambahnya jumlah perangkat. Banyak peralatan yang menua, dan setiap tahun kami menghadapi kasus tiang lampu lalu lintas atau rambu jalan yang roboh,” ujar salah satu pejabat senior badan tersebut.

Kekhawatiran terhadap peralatan keselamatan jalan yang menua semakin meningkat, terutama setelah beberapa insiden infrastruktur publik yang memburuk, seperti lubang besar yang muncul di sebuah persimpangan di Prefektur Saitama pada Januari lalu dan menelan sebuah truk beserta pengemudinya.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menang Telak di Pemilu, PM Jepang Sanae Takaichi Balas Ucapan Selamat dari Donald Trump dan Pemimpin Dunia

11 February 2026 - 13:10 WIB

Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang

11 February 2026 - 12:10 WIB

Utang Jepang Tembus Rekor 1.342 Triliun Yen, Janji Belanja Besar Perdana Menteri Takaichi Jadi Sorotan

11 February 2026 - 10:10 WIB

Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China

10 February 2026 - 19:10 WIB

Gaji Riil Pekerja Jepang Terus Turun Sepanjang 2025, Inflasi Jadi Ujian Awal Pemerintahan Sanae Takaichi

10 February 2026 - 17:10 WIB

Trending on News