Menu

Dark Mode
Film Anime Solo Leveling: Beyond the System Resmi Diumumkan, Lanjutkan Cerita Setelah Season 2 Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

News

Sekitar 24 Persen Lampu Lalu Lintas di Jepang Sudah Lewat Masa Penggantian

badge-check


					Sekitar 24 Persen Lampu Lalu Lintas di Jepang Sudah Lewat Masa Penggantian Perbesar

Sekitar 24 persen lampu lalu lintas di Jepang pada tahun fiskal 2023 tercatat telah melewati masa penggantian, menurut laporan Badan Kepolisian Nasional pada Rabu (2 April). Temuan ini memicu kekhawatiran akan risiko kecelakaan serius akibat kerusakan atau robohnya lampu lalu lintas ke jalan.

Umur pakai perangkat pengatur lampu lalu lintas umumnya sekitar 19 tahun. Namun, data kepolisian menunjukkan bahwa pada tahun fiskal 2023, sebanyak 49.684 unit atau 24,3 persen dari total lampu lalu lintas di Jepang telah melewati ambang usia tersebut.

Ini merupakan tahun keempat berturut-turut di mana persentase lampu lalu lintas yang belum diganti tetap berada di kisaran 24 persen.

Kemungkinan terjadinya kerusakan meningkat tajam setelah perangkat berusia 17 hingga 20 tahun. Dari 838 kasus kerusakan yang dilaporkan pada tahun fiskal 2023, sebanyak 473 di antaranya melibatkan pengontrol yang telah berusia lebih dari 19 tahun.

Jumlah lampu lalu lintas di Jepang meningkat dari sekitar 100.000 unit pada tahun fiskal 1980 menjadi lebih dari 200.000 unit sejak tahun fiskal 2009. Untuk mengganti satu sistem lampu lalu lintas, dibutuhkan biaya minimal 1,4 juta yen, termasuk biaya pemasangan.

“Pemeliharaan menjadi semakin sulit seiring bertambahnya jumlah perangkat. Banyak peralatan yang menua, dan setiap tahun kami menghadapi kasus tiang lampu lalu lintas atau rambu jalan yang roboh,” ujar salah satu pejabat senior badan tersebut.

Kekhawatiran terhadap peralatan keselamatan jalan yang menua semakin meningkat, terutama setelah beberapa insiden infrastruktur publik yang memburuk, seperti lubang besar yang muncul di sebuah persimpangan di Prefektur Saitama pada Januari lalu dan menelan sebuah truk beserta pengemudinya.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun

4 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat

4 July 2026 - 07:03 WIB

Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation

3 July 2026 - 15:10 WIB

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Trending on News