Menu ✖

Dark Mode
Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan” Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang Ratusan Orang Tarik Pesawat Boeing 787 di Bandara Narita Jepang Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

Teknologi

Softbank Akan Uji “Base Station di Langit” untuk Jangkauan Komunikasi Lebih Luas dan Cepat Tanggap Bencana

badge-check


					Softbank Akan Uji “Base Station di Langit” untuk Jangkauan Komunikasi Lebih Luas dan Cepat Tanggap Bencana Perbesar

Raksasa telekomunikasi SoftBank Corp. mengumumkan bahwa mereka akan memulai uji coba sistem komunikasi yang beroperasi lebih dekat ke Bumi dibanding satelit.

Sistem ini bernama High Altitude Platform Station (HAPS), yang memancarkan gelombang radio ke permukaan bumi dari ketinggian 20 kilometer.

Uji coba “base station di langit” ini akan dimulai di Jepang pada tahun 2026, dengan target layanan telekomunikasi skala penuh pada tahun 2027 atau setelahnya.

Setiap kendaraan HAPS berukuran 65 meter dan mengandalkan gas helium untuk tetap mengapung di udara. Balon udara ini akan diproduksi oleh Sceye Inc., sebuah perusahaan suku cadang kedirgantaraan asal Amerika Serikat.

Sistem HAPS mampu menjangkau area seluas 200 km di permukaan tanah, menjadikannya solusi ideal untuk memulihkan komunikasi saat bencana serta menyediakan akses jaringan ke daerah-daerah terpencil seperti pegunungan. Sistem ini juga bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan drone.

HAPS beroperasi lebih dekat ke bumi dibanding satelit, seperti konstelasi Starlink milik SpaceX dari Amerika Serikat.

Layanan HAPS dapat menyediakan panggilan suara, akses internet, dan layanan lainnya dengan cara yang mirip dengan jaringan darat.

Pejabat SoftBank menyatakan bahwa HAPS dapat mengirimkan gelombang radio hanya dalam hitungan jam setelah bencana terjadi.

“Kami ingin memulihkan komunikasi dalam tiga tahap: respons langsung dengan satelit, layanan HAPS yang tersedia dalam beberapa jam, dan terakhir layanan stasiun darat,” ujar pejabat SoftBank.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bar di Kyoto Punya Bartender Robot yang Dikendalikan Manusia dari Jarak Jauh

29 September 2026 - 12:10 WIB

Kota Utsunomiya Luncurkan Aplikasi “CHIKUWA!” untuk Ringankan Beban Pengurus Asosiasi Lingkungan

28 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Trending on Teknologi