Menu

Dark Mode
Anime Patlabor Dapat Game Baru 3D “The Case Files” untuk PS5 dan PC Season 2 “Bloodhounds” Siap Tayang, Ancaman Baru Lebih Brutal Menanti! Satu WN Jepang Dibebaskan Iran, Satu Lagi Masih Ditahan Korea Utara Tolak Dialog dengan Jepang Jika Bahas Isu Penculikan Warga Sutradara Strike Witches Garap Anime Original Baru Vertex Force Tayang Tahun Ini “Magical Buffs” Resmi Diumumkan, Kisah Support yang Diremehkan Ini Tayang Januari 2027

News

SoftBank dan OpenAI Bentuk Usaha Patungan untuk Layanan AI

badge-check


					SoftBank dan OpenAI Bentuk Usaha Patungan untuk Layanan AI Perbesar

CEO SoftBank Group, Masayoshi Son, mengumumkan pada Senin (29/1) bahwa perusahaannya telah sepakat dengan OpenAI, pengembang chatbot ChatGPT, untuk mendirikan usaha patungan guna mempromosikan layanan kecerdasan buatan (AI) bagi perusahaan-perusahaan. Usaha patungan ini dinamai SB OpenAI Japan dan akan berfokus pada pemanfaatan data besar yang tersimpan dalam sistem perusahaan klien untuk menawarkan solusi manajemen optimal.

Dalam pidatonya di sebuah acara di Tokyo, Son menyatakan, “Kami akan meluncurkan layanan AI canggih pertama di dunia untuk perusahaan besar dari Jepang.” Ia menambahkan bahwa rencana ke depan termasuk memperluas penggunaan AI ke sektor pemerintah, medis, dan pendidikan.

Son juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, untuk melaporkan langkah terbaru ini. Pertemuan ini terjadi di tengah persaingan sengit antara Jepang dan China dalam pengembangan AI, terutama setelah chatbot dari startup China, DeepSeek, menarik perhatian global.

Ishiba menegaskan komitmen pemerintahnya untuk memperkuat kolaborasi antara Jepang dan Amerika Serikat di bidang AI. Sementara itu, Sam Altman, kepala OpenAI, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan, “Ini akan menjadi langkah penting untuk membawa AI yang sangat canggih ke pasar Jepang.”

Bulan lalu, SoftBank dan OpenAI mengumumkan kerja sama dengan Oracle Corp. untuk membentuk perusahaan baru yang akan menginvestasikan setidaknya $500 miliar dalam infrastruktur AI di Amerika Serikat melalui Proyek Stargate. Proyek ini bertujuan membangun pusat data canggih berskala besar di AS untuk mempercepat pengembangan AI.

Son menyebut SB OpenAI Japan sebagai versi Jepang dari Proyek Stargate. SoftBank akan menjadi pelanggan pertama usaha patungan ini dan membayar sekitar $3 miliar per tahun untuk menggunakan layanannya di seluruh grup, termasuk operator layanan pembayaran seluler PayPay Corp.

Son juga mengungkapkan rencana untuk mendirikan pusat data di Jepang guna mendukung proyek AI negara tersebut. Ia menekankan bahwa informasi klien akan dikelola secara domestik dan detail setiap pelanggan tidak akan dibagikan dengan pihak lain.

SoftBank akan mengirim sekitar 1.000 karyawan ke perusahaan baru ini untuk membantu peluncuran layanan, sementara OpenAI akan mengirim beberapa insinyur.

Dalam beberapa tahun terakhir, SoftBank Group fokus pada investasi di startup AI. Perusahaan ini juga meningkatkan upaya untuk membangun infrastruktur AI di Jepang, termasuk rencana pembangunan pusat data di Osaka dan Hokkaido. Langkah ini menandai komitmen kuat SoftBank dalam memimpin perkembangan AI di Jepang dan global.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Satu WN Jepang Dibebaskan Iran, Satu Lagi Masih Ditahan

24 March 2026 - 11:10 WIB

Korea Utara Tolak Dialog dengan Jepang Jika Bahas Isu Penculikan Warga

24 March 2026 - 10:10 WIB

Pekerja Magang Vietnam Tewas, 3 Hilang Saat Memancing di Fukui Jepang

23 March 2026 - 11:10 WIB

Nyasar? Rusa dari Nara Tiba-Tiba Muncul di Tengah Kota Osaka

23 March 2026 - 10:10 WIB

Iran Siap Buka Jalur untuk Jepang di Selat Hormuz

23 March 2026 - 07:13 WIB

Trending on News