Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

SoftBank dan OpenAI Bentuk Usaha Patungan untuk Layanan AI

badge-check


					SoftBank dan OpenAI Bentuk Usaha Patungan untuk Layanan AI Perbesar

CEO SoftBank Group, Masayoshi Son, mengumumkan pada Senin (29/1) bahwa perusahaannya telah sepakat dengan OpenAI, pengembang chatbot ChatGPT, untuk mendirikan usaha patungan guna mempromosikan layanan kecerdasan buatan (AI) bagi perusahaan-perusahaan. Usaha patungan ini dinamai SB OpenAI Japan dan akan berfokus pada pemanfaatan data besar yang tersimpan dalam sistem perusahaan klien untuk menawarkan solusi manajemen optimal.

Dalam pidatonya di sebuah acara di Tokyo, Son menyatakan, “Kami akan meluncurkan layanan AI canggih pertama di dunia untuk perusahaan besar dari Jepang.” Ia menambahkan bahwa rencana ke depan termasuk memperluas penggunaan AI ke sektor pemerintah, medis, dan pendidikan.

Son juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, untuk melaporkan langkah terbaru ini. Pertemuan ini terjadi di tengah persaingan sengit antara Jepang dan China dalam pengembangan AI, terutama setelah chatbot dari startup China, DeepSeek, menarik perhatian global.

Ishiba menegaskan komitmen pemerintahnya untuk memperkuat kolaborasi antara Jepang dan Amerika Serikat di bidang AI. Sementara itu, Sam Altman, kepala OpenAI, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan, “Ini akan menjadi langkah penting untuk membawa AI yang sangat canggih ke pasar Jepang.”

Bulan lalu, SoftBank dan OpenAI mengumumkan kerja sama dengan Oracle Corp. untuk membentuk perusahaan baru yang akan menginvestasikan setidaknya $500 miliar dalam infrastruktur AI di Amerika Serikat melalui Proyek Stargate. Proyek ini bertujuan membangun pusat data canggih berskala besar di AS untuk mempercepat pengembangan AI.

Son menyebut SB OpenAI Japan sebagai versi Jepang dari Proyek Stargate. SoftBank akan menjadi pelanggan pertama usaha patungan ini dan membayar sekitar $3 miliar per tahun untuk menggunakan layanannya di seluruh grup, termasuk operator layanan pembayaran seluler PayPay Corp.

Son juga mengungkapkan rencana untuk mendirikan pusat data di Jepang guna mendukung proyek AI negara tersebut. Ia menekankan bahwa informasi klien akan dikelola secara domestik dan detail setiap pelanggan tidak akan dibagikan dengan pihak lain.

SoftBank akan mengirim sekitar 1.000 karyawan ke perusahaan baru ini untuk membantu peluncuran layanan, sementara OpenAI akan mengirim beberapa insinyur.

Dalam beberapa tahun terakhir, SoftBank Group fokus pada investasi di startup AI. Perusahaan ini juga meningkatkan upaya untuk membangun infrastruktur AI di Jepang, termasuk rencana pembangunan pusat data di Osaka dan Hokkaido. Langkah ini menandai komitmen kuat SoftBank dalam memimpin perkembangan AI di Jepang dan global.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News