Menu

Dark Mode
Kaisar Jepang Kunjungi Fukushima, Tinjau Pemulihan 15 Tahun Pasca Bencana 2011 Trump Kritik Jepang dan Sekutu karena Tak Bantu Buka Selat Hormuz Anime How NOT to Summon a Demon Lord Dapat Season 3 Berjudul “ULT” Hampir 500 Lansia di Jepang Tewas Akibat Kekerasan Keluarga, Beban Caregiver Jadi Sorotan PM Jepang Siap Berdialog dengan Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz Perusahaan Layanan Pindahan di Jepang Siap Rekrut Sopir Truk dari Indonesia

News

SoftBank dan OpenAI Bentuk Usaha Patungan untuk Layanan AI

badge-check


					SoftBank dan OpenAI Bentuk Usaha Patungan untuk Layanan AI Perbesar

CEO SoftBank Group, Masayoshi Son, mengumumkan pada Senin (29/1) bahwa perusahaannya telah sepakat dengan OpenAI, pengembang chatbot ChatGPT, untuk mendirikan usaha patungan guna mempromosikan layanan kecerdasan buatan (AI) bagi perusahaan-perusahaan. Usaha patungan ini dinamai SB OpenAI Japan dan akan berfokus pada pemanfaatan data besar yang tersimpan dalam sistem perusahaan klien untuk menawarkan solusi manajemen optimal.

Dalam pidatonya di sebuah acara di Tokyo, Son menyatakan, “Kami akan meluncurkan layanan AI canggih pertama di dunia untuk perusahaan besar dari Jepang.” Ia menambahkan bahwa rencana ke depan termasuk memperluas penggunaan AI ke sektor pemerintah, medis, dan pendidikan.

Son juga bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, untuk melaporkan langkah terbaru ini. Pertemuan ini terjadi di tengah persaingan sengit antara Jepang dan China dalam pengembangan AI, terutama setelah chatbot dari startup China, DeepSeek, menarik perhatian global.

Ishiba menegaskan komitmen pemerintahnya untuk memperkuat kolaborasi antara Jepang dan Amerika Serikat di bidang AI. Sementara itu, Sam Altman, kepala OpenAI, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, menyatakan, “Ini akan menjadi langkah penting untuk membawa AI yang sangat canggih ke pasar Jepang.”

Bulan lalu, SoftBank dan OpenAI mengumumkan kerja sama dengan Oracle Corp. untuk membentuk perusahaan baru yang akan menginvestasikan setidaknya $500 miliar dalam infrastruktur AI di Amerika Serikat melalui Proyek Stargate. Proyek ini bertujuan membangun pusat data canggih berskala besar di AS untuk mempercepat pengembangan AI.

Son menyebut SB OpenAI Japan sebagai versi Jepang dari Proyek Stargate. SoftBank akan menjadi pelanggan pertama usaha patungan ini dan membayar sekitar $3 miliar per tahun untuk menggunakan layanannya di seluruh grup, termasuk operator layanan pembayaran seluler PayPay Corp.

Son juga mengungkapkan rencana untuk mendirikan pusat data di Jepang guna mendukung proyek AI negara tersebut. Ia menekankan bahwa informasi klien akan dikelola secara domestik dan detail setiap pelanggan tidak akan dibagikan dengan pihak lain.

SoftBank akan mengirim sekitar 1.000 karyawan ke perusahaan baru ini untuk membantu peluncuran layanan, sementara OpenAI akan mengirim beberapa insinyur.

Dalam beberapa tahun terakhir, SoftBank Group fokus pada investasi di startup AI. Perusahaan ini juga meningkatkan upaya untuk membangun infrastruktur AI di Jepang, termasuk rencana pembangunan pusat data di Osaka dan Hokkaido. Langkah ini menandai komitmen kuat SoftBank dalam memimpin perkembangan AI di Jepang dan global.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kaisar Jepang Kunjungi Fukushima, Tinjau Pemulihan 15 Tahun Pasca Bencana 2011

7 April 2026 - 18:10 WIB

Trump Kritik Jepang dan Sekutu karena Tak Bantu Buka Selat Hormuz

7 April 2026 - 17:35 WIB

Hampir 500 Lansia di Jepang Tewas Akibat Kekerasan Keluarga, Beban Caregiver Jadi Sorotan

7 April 2026 - 15:10 WIB

PM Jepang Siap Berdialog dengan Iran di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

7 April 2026 - 12:10 WIB

Perusahaan Layanan Pindahan di Jepang Siap Rekrut Sopir Truk dari Indonesia

7 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on News