Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, mengumumkan program beasiswa baru bagi siswa SMA negeri Tokyo yang berhasil diterima di universitas-universitas terbaik dunia.
Program ini ditujukan untuk siswa dari sekolah menengah atas milik Pemerintah Metropolitan Tokyo yang melanjutkan studi ke universitas yang masuk 100 besar dunia atau 10 besar dunia pada bidang tertentu seperti musik, seni, seni pertunjukan, dan olahraga.
Menurut Dewan Pendidikan Tokyo, keluarga penerima harus memiliki pendapatan tahunan maksimal 20 juta yen (sekitar Rp2,2 miliar). Penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan biaya kuliah hingga 8 juta yen per tahun (sekitar Rp850 juta) selama maksimal empat tahun, tanpa kewajiban mengembalikan dana tersebut.
Setiap tahun, sekitar 10 siswa akan dipilih melalui proses seleksi.
Program ini berlaku bagi siswa yang mulai masuk universitas luar negeri antara April 2027 hingga Maret 2028. Pendaftaran akan dibuka mulai Juli tahun ini.
Koike mengatakan program tersebut bertujuan untuk mendukung generasi muda yang akan membentuk masa depan Tokyo agar berani mengambil tantangan dan pengalaman internasional.
Selain mengumumkan program beasiswa, Pemerintah Metropolitan Tokyo juga berencana menghadirkan sistem pendaftaran melalui perwakilan untuk aplikasi resmi Tokyo App, yang memberikan poin senilai total 11.000 yen kepada warga sebagai bantuan biaya hidup. Sistem baru ini ditujukan bagi penyandang disabilitas atau lansia yang kesulitan menggunakan smartphone sendiri.
Sidang parlemen Tokyo yang membahas kebijakan tersebut sempat dihentikan beberapa menit setelah terjadi gempa bumi sekitar pukul 19.46 waktu setempat.
Sc : mainichi







