Sony Semiconductor Solutions dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) sepakat menginvestasikan total ¥747 miliar atau sekitar Rp77 triliun untuk memproduksi sensor gambar generasi terbaru di Prefektur Kumamoto, Jepang.
Produksi massal dijadwalkan dimulai pada 2029. Fasilitas produksinya akan dibangun melalui perusahaan patungan baru bernama Advanced Vision Semiconductor Manufacturing Corp., yang berlokasi di Kota Koshi, tepat di utara Kota Kumamoto.
Dalam perusahaan patungan tersebut, Sony menjadi pemegang saham mayoritas dengan 68%, sementara TSMC memiliki 32%.
Perusahaan baru ini akan menjadi pusat pengembangan dan produksi image sensor untuk smartphone menggunakan teknologi proses manufaktur canggih. Sensor tersebut diperkirakan akan memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat, terutama seiring berkembangnya kecerdasan buatan (AI).
Sony sendiri merupakan produsen image sensor terbesar di dunia berdasarkan nilai penjualan, sementara TSMC dikenal sebagai perusahaan manufaktur chip kontrak terbesar di dunia.
Pabrik Sony yang baru dibangun di Koshi nantinya akan dialihkan ke perusahaan patungan tersebut. Fasilitas itu kemudian akan dilengkapi lini produksi serta lingkungan khusus untuk pengembangan teknologi.
Investasi besar ini dilakukan meski wilayah Kumamoto baru saja dilanda gempa berkekuatan magnitudo 7,1 pada akhir Juli yang turut berdampak pada industri semikonduktor di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Sony dan TSMC telah mengumumkan kerja sama pengembangan dan produksi sensor gambar generasi terbaru pada Mei lalu.
Sony juga menyatakan akan mengambil peran utama dalam pengembangan teknologi inti image sensor, perencanaan produk, hingga desain produk.
Perusahaan patungan tersebut juga tengah mempertimbangkan skema pendanaan tambahan untuk mencapai kapasitas produksi yang ditargetkan, dengan asumsi mendapatkan dukungan dari pemerintah Jepang.
Sc : KN








