Menu

Dark Mode
Film Anime Solo Leveling: Beyond the System Resmi Diumumkan, Lanjutkan Cerita Setelah Season 2 Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

News

Starbucks Jepang Merangkul Lansia dengan Pengalaman Barista dan Senam Pagi

badge-check


					Starbucks Jepang Merangkul Lansia dengan Pengalaman Barista dan Senam Pagi Perbesar

Starbucks Coffee Japan Ltd., yang dikenal luas di kalangan anak muda, kini berusaha menarik perhatian pelanggan yang lebih tua melalui pengalaman langsung menjadi barista dan kegiatan olahraga.

Pada 14 Maret, delapan wanita berusia 57 hingga 84 tahun mengikuti kelas membuat kopi ala barista yang dipandu oleh Yuta Tanaka, manajer Starbucks di Nagoya. Dalam sesi ini, mereka belajar teknik dasar menyeduh kopi, termasuk pentingnya suhu air yang tepat dan proses “steaming” untuk mengembangnya biji kopi sebelum dituangkan air panas.

“Saya tidak pernah berpikir untuk mengukus biji kopi terlebih dahulu. Biasanya saya hanya langsung menuangkan air panas sebanyak mungkin,” kata salah satu peserta yang terkejut dengan perbedaan rasa kopi yang dihasilkan.

Kegiatan ini merupakan yang pertama kali diadakan oleh Starbucks khusus untuk lansia. Tanaka menjelaskan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk mengatasi hambatan yang dirasakan oleh lansia saat mengunjungi Starbucks, sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih nyaman dan interaktif.

Sejak membuka toko pertamanya di Tokyo pada 1996, Starbucks kini memiliki sekitar 2.000 gerai di Jepang. Meskipun populer di kalangan mahasiswa dan anak muda, Starbucks kini berupaya memperluas jangkauan pelanggannya.

Sejak 2016, perusahaan telah mengadakan pertemuan bagi penderita demensia dan keluarga mereka untuk bersosialisasi dalam suasana santai. Dalam setahun terakhir hingga musim gugur lalu, sekitar 40 toko di seluruh Jepang menyelenggarakan acara ini.

Selain itu, sejak 2022, Starbucks juga menggelar sesi senam pagi radio di area parkir beberapa gerainya. Kegiatan ini berawal dari usulan seorang staf lansia di gerai Tateyama, Prefektur Chiba, dan telah membantu mempererat hubungan dengan komunitas lokal. Saat ini, sekitar 30 toko Starbucks di seluruh Jepang telah menyelenggarakan kegiatan serupa.

Melalui inisiatif ini, Starbucks tidak hanya menghadirkan kopi berkualitas, tetapi juga berupaya menciptakan ruang yang lebih inklusif bagi semua generasi.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun

4 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat

4 July 2026 - 07:03 WIB

Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation

3 July 2026 - 15:10 WIB

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Trending on News