Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Survei: Lebih dari 40% Orang Jepang Ingin Pertahankan Nama Asli di Tempat Kerja Setelah Menikah

badge-check


					Survei: Lebih dari 40% Orang Jepang Ingin Pertahankan Nama Asli di Tempat Kerja Setelah Menikah Perbesar

Sebuah survei yang dilakukan oleh Kantor Kabinet Jepang pada Selasa (30/1) mengungkapkan bahwa lebih dari 40% orang Jepang ingin terus menggunakan nama asli mereka di tempat kerja setelah menikah. Hasil ini muncul di tengah perdebatan parlemen tentang apakah pasangan menikah diizinkan untuk memiliki nama keluarga terpisah.

Survei tersebut, yang melibatkan responden pria dan wanita, menunjukkan bahwa 43,3% ingin mempertahankan nama asli mereka, meningkat 4,2 poin dari survei 2023. Sementara itu, 55,2% mengatakan mereka “tidak ingin menggunakan nama asli.”

Dilihat dari kelompok usia, responden berusia 30-an paling mendukung penggunaan nama asli di tempat kerja, dengan persentase 57,8%. Responden tidak ditanya apakah mereka mendukung opsi nama keluarga terpisah untuk pasangan menikah, karena pertanyaan tersebut akan diajukan dalam jajak pendapat lain oleh Kementerian Kehakiman.

Survei ini dilakukan antara September dan November tahun lalu. Hasilnya mungkin dipengaruhi oleh pemilihan presiden Partai Demokratik Liberal (LDP) yang berkuasa pada September, di mana isu nama keluarga terpisah menjadi topik perdebatan sengit di sidang parlemen.

Dari segi gender, 47,7% responden pria dan 39,6% responden wanita mendukung penggunaan nama asli di tempat kerja, masing-masing meningkat 3,5 poin dan 4,9 poin dari survei sebelumnya.

Untuk kelompok usia lain, 48,2% responden berusia 50-an48,0% responden berusia 40-an, dan 45,2% responden berusia 18-29 tahun juga mendukung penggunaan nama asli.

Ketika ditanya apakah mereka percaya masyarakat Jepang memperlakukan pria dan wanita secara setara, hanya 16,7% yang setuju. Sementara itu, dalam hal kesetaraan gender di politik, 9,4% mengatakan kesetaraan ada, sedangkan 87,9% percaya bahwa pria mendapat perlakuan istimewa.

Survei ini melibatkan 5.000 pria dan wanita berusia 18 tahun ke atas, dengan tingkat respons sekitar 53,3%. Sebelum pandemi COVID-19, survei dilakukan secara tatap muka hingga 2019, dan sejak survei terakhir pada 2023, survei dilakukan melalui pos.

Hasil ini mencerminkan perubahan sikap masyarakat Jepang terhadap tradisi dan norma sosial, terutama dalam hal kesetaraan gender dan hak individu.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News