Menu

Dark Mode
Film Anime Solo Leveling: Beyond the System Resmi Diumumkan, Lanjutkan Cerita Setelah Season 2 Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama, Target Atasi Kekurangan Sopir Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

News

Survey : Kurangnya Tempat Sampah Jadi Keluhan Terbesar Wisatawan Asing di Jepang

badge-check


					Survey : Kurangnya Tempat Sampah Jadi Keluhan Terbesar Wisatawan Asing di Jepang Perbesar

Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Japan Tourism Agency, wisatawan asing menyebut kurangnya tempat sampah di area publik sebagai ketidaknyamanan terbesar selama kunjungan mereka ke Jepang.

Survei tersebut dilakukan pada lebih dari 4.000 pengunjung asing yang akan meninggalkan Jepang melalui lima bandara utama — New Chitose, Narita, Haneda, Kansai, dan Fukuoka — antara Desember dan Januari. Sebanyak 21,9 persen responden mengaku frustrasi karena sulit menemukan tempat sampah, terutama di stasiun dan area umum lainnya. Meskipun angka ini menurun sekitar 8 poin persen dibanding tahun sebelumnya, banyak yang mengeluhkan harus membawa kembali sampah ke penginapan karena tidak bisa membuangnya di tempat umum.

Pengurangan jumlah tempat sampah di Jepang terjadi dalam beberapa tahun terakhir karena alasan keamanan, menyusul insiden teror seperti serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo tahun 1995 dan pemboman kereta di Madrid tahun 2004. Namun, minimnya fasilitas buang sampah kini justru menimbulkan masalah baru berupa peningkatan sampah liar di kawasan wisata.

CEO Forcetec Inc., Yohei Takemura, menyatakan bahwa kota-kota besar seperti New York dan Paris masing-masing memiliki sekitar 30.000 tempat sampah publik, sementara di Tokyo sebagian besar tempat sampah kini dikelola oleh sektor swasta.

Selain isu sampah, 15,2 persen wisatawan juga mengeluhkan kendala komunikasi karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris staf di restoran dan fasilitas umum lainnya. 13,1 persen mengeluhkan kepadatan pengunjung, sementara masalah lain yang disoroti adalah lama antrean imigrasi di bandara.

Masalah-masalah ini menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur dan layanan bagi wisatawan asing untuk mendukung citra Jepang sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gaji Pekerja di Jepang Naik Rata-rata 5,01 Persen pada 2026, Tembus Kenaikan di Atas 5 Persen Selama Tiga Tahun Beruntun

4 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Kereta Ekspres Langsung Narita–Haneda, Waktu Tempuh Bakal Lebih Singkat

4 July 2026 - 07:03 WIB

Mulai 2028, Sony Hentikan Produksi Game Fisik Baru untuk PlayStation

3 July 2026 - 15:10 WIB

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Trending on News