Menu

Dark Mode
Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

News

Survey : Kurangnya Tempat Sampah Jadi Keluhan Terbesar Wisatawan Asing di Jepang

badge-check


					Survey : Kurangnya Tempat Sampah Jadi Keluhan Terbesar Wisatawan Asing di Jepang Perbesar

Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Japan Tourism Agency, wisatawan asing menyebut kurangnya tempat sampah di area publik sebagai ketidaknyamanan terbesar selama kunjungan mereka ke Jepang.

Survei tersebut dilakukan pada lebih dari 4.000 pengunjung asing yang akan meninggalkan Jepang melalui lima bandara utama — New Chitose, Narita, Haneda, Kansai, dan Fukuoka — antara Desember dan Januari. Sebanyak 21,9 persen responden mengaku frustrasi karena sulit menemukan tempat sampah, terutama di stasiun dan area umum lainnya. Meskipun angka ini menurun sekitar 8 poin persen dibanding tahun sebelumnya, banyak yang mengeluhkan harus membawa kembali sampah ke penginapan karena tidak bisa membuangnya di tempat umum.

Pengurangan jumlah tempat sampah di Jepang terjadi dalam beberapa tahun terakhir karena alasan keamanan, menyusul insiden teror seperti serangan gas sarin di kereta bawah tanah Tokyo tahun 1995 dan pemboman kereta di Madrid tahun 2004. Namun, minimnya fasilitas buang sampah kini justru menimbulkan masalah baru berupa peningkatan sampah liar di kawasan wisata.

CEO Forcetec Inc., Yohei Takemura, menyatakan bahwa kota-kota besar seperti New York dan Paris masing-masing memiliki sekitar 30.000 tempat sampah publik, sementara di Tokyo sebagian besar tempat sampah kini dikelola oleh sektor swasta.

Selain isu sampah, 15,2 persen wisatawan juga mengeluhkan kendala komunikasi karena keterbatasan kemampuan bahasa Inggris staf di restoran dan fasilitas umum lainnya. 13,1 persen mengeluhkan kepadatan pengunjung, sementara masalah lain yang disoroti adalah lama antrean imigrasi di bandara.

Masalah-masalah ini menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur dan layanan bagi wisatawan asing untuk mendukung citra Jepang sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News