Toyota Motor Corp. tengah mengamankan komitmen investasinya senilai hampir US$1 miliar kepada produsen taksi udara Joby Aviation dengan ikut turun tangan langsung dalam proses produksi. Pabrikan otomotif asal Jepang itu kini membantu memecahkan berbagai kendala manufaktur sekaligus mempertimbangkan peran yang lebih besar dalam proses produksi pesawat listrik tersebut.
Sejak tahun lalu menjadi pemegang saham terbesar Joby Aviation, Toyota Motor Corporation telah menurunkan hampir 200 karyawan untuk mendukung operasional perusahaan rintisan tersebut. Tim ini terlibat dalam penyediaan komponen penting, pelatihan teknis, hingga berbagi keahlian terkait sistem perakitan lini produksi.
Salah satu fokus utama Toyota adalah penerapan Toyota Production System (TPS), yakni filosofi manufaktur ramping khas Toyota yang selama ini menjadi fondasi efisiensi industri otomotif Jepang.
“Kami benar-benar berusaha membawa TPS dan filosofi di baliknya ke dalam operasional di sini,” ujar Sandy Lobenstein, Wakil Presiden Grup Toyota untuk divisi mobilitas udara, saat memberikan penjelasan kepada wartawan dalam tur pabrik Joby.
Menurut Lobenstein, penerapan prinsip TPS membantu mempercepat waktu produksi sekaligus mempermudah proses peningkatan skala manufaktur. “Inovasi-inovasi semacam ini sangat membantu memperbaiki lead time produksi dan kesiapan untuk produksi massal,” tambahnya.
Langkah Toyota ini menegaskan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan bisnis mobilitas masa depan, sekaligus memperlihatkan bagaimana raksasa otomotif tradisional mulai memainkan peran penting dalam industri taksi udara listrik yang masih berada pada tahap awal pengembangan.
sc : bloomberg










