Menu ✖

Dark Mode
Kyoto Berencana Terapkan Tarif Masuk Berbeda di Kastil Nijo, Warga Lokal Lebih Murah Anime ‘Obocchama-kun Reborn’ Akan Tayang di Jepang pada 2027 Menteri Pertanian Jepang Minta Maaf atas Pernyataan Soal Pemotongan Anggaran Jalan Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan” Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang

Teknologi

Sony Resmi Tinggalkan Pasar Blu-ray Recorder, Streaming Jadi Penentu Zaman

badge-check


					Sony Resmi Tinggalkan Pasar Blu-ray Recorder, Streaming Jadi Penentu Zaman Perbesar

Sony Corporation pada Senin mengumumkan keputusan untuk keluar dari bisnis perekam Blu-ray, seiring anjloknya permintaan akibat semakin dominannya layanan streaming. Pengiriman terakhir produk Blu-ray recorder dijadwalkan mulai Februari mendatang, menandai berakhirnya salah satu lini produk ikonik perusahaan elektronik asal Jepang tersebut.

Sony, yang merupakan anak usaha milik penuh sekaligus unit elektronik dari Sony Group Corp., sebenarnya telah menghentikan produksi perekam Blu-ray dan berhenti memproduksi cakram rekam Blu-ray sejak Februari tahun lalu. Meski demikian, perusahaan menyatakan bahwa pemutar Blu-ray masih akan terus dikirim untuk sementara waktu.

Perusahaan raksasa Jepang ini pernah mencetak sejarah dengan meluncurkan perekam Blu-ray pertama di dunia pada 2003. Format Blu-ray kemudian memenangkan persaingan melawan HD DVD, yang dipimpin oleh Toshiba Corp. dan NEC Corp., berkat kemampuannya menghadirkan kualitas video lebih tinggi untuk film dan siaran televisi.

Namun, seiring berkembangnya layanan streaming video seperti Netflix dan TVer—platform streaming siaran ulang yang dikelola bersama oleh stasiun televisi Jepang—minat terhadap media penyimpanan fisik terus menyusut. Data dari Japan Electronics and Information Technology Industries Association menunjukkan bahwa pengiriman Blu-ray recorder di Jepang mencapai puncaknya pada 2011 dengan 6,39 juta unit, tetapi pada 2025 jumlahnya merosot tajam menjadi sekitar 620.000 unit, kurang dari 10 persen dari angka puncaknya.

Keputusan ini juga mencerminkan langkah Sony Group yang semakin mengurangi ketergantungan pada bisnis perangkat keras. Bulan lalu, perusahaan mengumumkan rencana untuk memisahkan bisnis hiburan rumahnya dan membentuk usaha patungan dengan produsen televisi asal China, TCL Electronics Holdings Ltd.

Sony kini semakin mengarahkan fokusnya ke bisnis hiburan, termasuk anime dan film, sebagai bagian dari strategi untuk mempercepat pertumbuhan di sektor dengan potensi jangka panjang lebih besar. Mundurnya Sony dari pasar Blu-ray recorder pun menjadi simbol nyata perubahan pola konsumsi hiburan global—dari media fisik ke era streaming.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bar di Kyoto Punya Bartender Robot yang Dikendalikan Manusia dari Jarak Jauh

29 September 2026 - 12:10 WIB

Kota Utsunomiya Luncurkan Aplikasi “CHIKUWA!” untuk Ringankan Beban Pengurus Asosiasi Lingkungan

28 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Trending on Teknologi