Menu ✖

Dark Mode
Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja Anime Grand Blue Dreaming Resmi Dapatkan Season 4 Stasiun Kereta Jepang Dipadati Warga Usai Libur Silver Week Berakhir Aeon Jepang Jual Jeans Seharga ¥1.000, Persaingan Celana Denim Murah Kembali Memanas KAI Dapat Lampu Hijau Impor KRL Bekas untuk Tambah Armada Jabodetabek Jepang Perkuat Kerja Sama Antar-Kementerian untuk Berantas Tenaga Kerja Asing Ilegal

Teknologi

Tram dengan Pemandu Magnetik Dipilih Jadi Sistem Transportasi Baru di Gunung Fuji

badge-check


					Tram dengan Pemandu Magnetik Dipilih Jadi Sistem Transportasi Baru di Gunung Fuji Perbesar

Pemerintah Prefektur Yamanashi mengumumkan pada 5 Juni bahwa tram berban karet yang dipandu penanda magnet di jalan akan menjadi sistem transportasi baru bagi pendaki dan wisatawan di Gunung Fuji.

Setelah mengevaluasi berbagai opsi berdasarkan aspek keselamatan, biaya, kesiapsiagaan darurat, dan potensi pengelolaan pengunjung, pihak prefektur menyimpulkan bahwa sistem panduan magnetik menawarkan keunggulan terbesar untuk mengatur arus pengunjung dan mengatasi masalah overtourism di situs Warisan Dunia UNESCO tersebut.

Tram yang sementara dinamai “Fuji Tram” ini akan menghubungkan kaki Gunung Fuji dengan Pos Kelima (5th Station), titik penting bagi pendaki dan turis yang terletak di ketinggian 2.300 meter di gunung setinggi 3.776 meter ini.

Layanan ini akan beroperasi di jalur Fuji Subaru Line, jalan tol indah sepanjang 30 kilometer yang mendaki lereng utara Gunung Fuji dari Danau Kawaguchiko ke Pos Kelima.

Setelah Fuji Tram mulai beroperasi, kendaraan pribadi pada prinsipnya akan dilarang melintasi Fuji Subaru Line demi mengendalikan jumlah pengunjung di puncak tertinggi Jepang yang semakin padat setiap tahun.

Untuk melindungi lingkungan dan lanskap Gunung Fuji, pemerintah menetapkan empat kriteria utama:
1️⃣ Mampu melewati tikungan tajam dan tanjakan curam
2️⃣ Memberi akses bagi kendaraan darurat
3️⃣ Tanpa kabel listrik di atas jalan agar pemandangan alami tetap terjaga
4️⃣ Tidak menghasilkan emisi gas buang

Lima opsi transportasi dievaluasi:

  • Tram berban karet dengan panduan magnetik

  • Sistem panduan optik yang mengikuti garis putih di jalan

  • Light Rail Transit (LRT) generasi baru

  • Translohr (tram berban karet dengan rel baja tunggal di tengah jalan)

  • Bus konvensional

Hasilnya, sistem panduan magnetik dinilai paling unggul. Sistem garis putih ditolak karena rentan terhadap cuaca buruk dan salju. Biaya pembangunan Fuji Tram diperkirakan 61,8 miliar yen (sekitar Rp 6,9 triliun), jauh lebih murah dibanding LRT yang diperkirakan mencapai 134 miliar yen. Opsi LRT sendiri sudah dibatalkan sejak musim gugur tahun lalu.

Selain itu, Fuji Tram juga direncanakan menjadi jalur penghubung sekunder yang akan mengoneksikan stasiun baru di Kofu untuk Linear Chuo Shinkansen, kereta maglev berkecepatan tinggi yang kini dalam tahap pembangunan, dengan Gunung Fuji dan berbagai tujuan wisata di Prefektur Yamanashi.

“Kami ingin memajukan rencana ini secepat mungkin,” kata Gubernur Yamanashi Kotaro Nagasaki dalam konferensi pers. “Kami akan segera memperjelas bentuk badan usaha dan model bisnis yang akan digunakan.”

Sc : asahi,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

Trending on Teknologi