Menu

Dark Mode
Teaser Perdana Remake Anime One Piece Dirilis, Mayumi Tanaka Kembali Isi Suara Luffy Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2

News

Wisatawan Membludak di Niseko Hokkaido, Harga Makin Melonjak!

badge-check


					Wisatawan Membludak di Niseko Hokkaido, Harga Makin Melonjak! Perbesar

Lonjakan wisatawan asing mencapai rekor tertinggi di resor ski terkenal Niseko, Hokkaido, Jepang. Dampaknya, harga makanan dan kebutuhan lainnya melonjak drastis, membuat warga setempat khawatir.

Di sebuah restoran, seorang wisatawan asal Australia mengaku puas setelah menghabiskan 10.000 yen untuk sushi. Sementara itu, turis asal Tiongkok menilai harga di Niseko masih wajar jika dibandingkan dengan biaya hidup di Eropa.

Kenaikan harga juga terjadi pada akomodasi. Seorang pengelola penginapan di Rankoshi, bagian dari area Niseko, mengungkapkan bahwa ia menaikkan tarif menginap lebih dari 10 persen, dari 88.000 yen menjadi 99.000 yen per malam, akibat melemahnya yen. “Penginapan lain di sekitar sini juga menaikkan harga,” katanya, seraya menambahkan bahwa propertinya telah dipesan penuh hingga pertengahan Maret.

Menurut data setempat, jumlah wisatawan asing yang menginap di tiga kota dalam kawasan resor Niseko—Kutchan, Rankoshi, dan Niseko—mencapai rekor sekitar 740.000 orang pada tahun fiskal 2023.

Namun, lonjakan wisatawan ini membawa dampak negatif bagi warga setempat. Seorang pria yang telah tinggal di Kutchan selama 20 tahun mengaku terpaksa membatalkan pesta akhir tahun karena harga restoran yang terlalu mahal akibat banyaknya turis.

Toshihiro Mori, pengelola layanan perawatan di rumah di Kutchan, juga mengeluhkan kesulitan dalam merekrut pekerja. Industri perawatan lansia sulit bersaing dengan gaji tinggi yang ditawarkan hotel. “Di hotel dekat pegunungan dengan resor ski, orang bisa mendapatkan 2.000 yen per jam hanya dengan merapikan tempat tidur tanpa perlu berinteraksi dengan tamu. Kami tidak ada harapan,” ujarnya.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras

25 June 2026 - 14:30 WIB

Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan

25 June 2026 - 11:10 WIB

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News