Menu

Dark Mode
Pasangan WNI Ditangkap di Jepang, Diduga Jalankan ‘Bank Bawah Tanah’ dengan Nilai Transaksi Rp110 Miliar Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis Anime Snowball Earth Dipastikan Berlanjut ke Season 2, Trailer Perdana Resmi Dirilis Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

News

Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar

badge-check


					Jelang Lawan Brasil, Yuto Nagatomo: Jepang Bukan Tim yang Layak Tersingkir di 32 Besar Perbesar

Bek veteran Timnas Jepang, Yuto Nagatomo, menegaskan bahwa laga melawan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia pada Senin mendatang akan menjadi ujian mental terbesar bagi Samurai Blue. Meski mengakui kekuatan Brasil, ia yakin Jepang kini sudah semakin mendekati level sang raksasa sepak bola.

Sebelum bertolak dari base camp tim di dekat Nashville, Tennessee, Nagatomo mengatakan perkembangan Jepang dalam dua dekade terakhir lebih pesat dibandingkan Brasil.

“Kalau melihat 10 hingga 20 tahun terakhir, menurut saya peningkatan level Jepang lebih besar daripada Brasil. Bukan berarti Brasil tidak berkembang, tetapi kami berhasil memperkecil jarak dengan mereka,” ujar pemain berusia 39 tahun itu.

Nagatomo telah tampil di lima edisi Piala Dunia secara beruntun dan menjadi bagian dari tiga skuad Jepang yang berhasil lolos ke babak 16 besar. Namun, Jepang selalu gagal melangkah lebih jauh setelah kalah dari Paraguay melalui adu penalti pada 2010, takluk secara dramatis dari Belgia pada 2018, dan kembali tersingkir lewat adu penalti melawan Kroasia pada 2022.

Menurutnya, pengalaman-pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran berharga bagi tim.

Mengingat kekalahan dari Belgia, saat Jepang sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya kalah 2-3, Nagatomo menilai tim saat itu terlalu mengandalkan momentum.

“Saat unggul 2-0, kami terus menyerang. Tidak ada yang mencoba mengendalikan permainan atau berbicara untuk menenangkan tim,” katanya.

Ia menekankan bahwa untuk melangkah jauh di Piala Dunia, sebuah tim membutuhkan kecerdasan, ketenangan, dan strategi yang jelas, termasuk menentukan apakah pertandingan harus diselesaikan dalam 90 menit atau dibawa ke babak tambahan maupun adu penalti.

Menghadapi Brasil, Nagatomo juga mengingatkan rekan-rekannya agar tidak memberikan rasa hormat yang berlebihan kepada lawan. Ia secara khusus menyoroti kembalinya Neymar sebagai pemain yang dapat mengubah jalannya pertandingan kapan saja.

Ia membandingkan pengaruh Neymar bagi Brasil dengan peran Lionel Messi untuk Argentina.

“Brasil bisa menjadi jauh lebih berbahaya ketika semua pemain bermain untuk Neymar. Tapi kami juga memiliki kekompakan tim yang bisa melampaui mereka. Kami tidak tahu apakah Neymar akan menjadi starter atau masuk sebagai pemain pengganti, tetapi satu umpan darinya saja bisa mengubah pertandingan,” ujarnya.

Meski kini menjadi pemegang rekor dengan lima penampilan beruntun di Piala Dunia dan telah mencatatkan 146 pertandingan bersama Timnas Jepang, Nagatomo mengaku tidak terlalu memikirkan rekor pribadinya.

“Rekor pasti suatu hari akan dipecahkan generasi berikutnya. Yang saya inginkan adalah dikenang. Saya ingin orang-orang mengingat bahwa Nagatomo adalah bagian dari tim Jepang ini, tim yang mungkin bisa menjadi juara.”

Ia pun menegaskan target Jepang bukan sekadar lolos ke babak gugur.

“Kami bukan tim yang pantas tersingkir di babak 32 besar. Itu tidak boleh terjadi.”

Nagatomo menutup dengan optimisme tinggi menjelang duel melawan Brasil.

“Kami akan menjadikan hari itu sebagai momen yang tidak akan pernah dilupakan oleh sepak bola Jepang dan seluruh masyarakat Jepang. Itulah arti mengalahkan Brasil yang bermain dengan kekuatan terbaiknya.”

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pasangan WNI Ditangkap di Jepang, Diduga Jalankan ‘Bank Bawah Tanah’ dengan Nilai Transaksi Rp110 Miliar

29 June 2026 - 11:10 WIB

Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

27 June 2026 - 12:10 WIB

Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

27 June 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang

26 June 2026 - 18:00 WIB

Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1

26 June 2026 - 12:34 WIB

Trending on News