Menu

Dark Mode
Jun Matsumoto Resmi Bergabung di Live-Action Chiruran: Shinsengumi Requiem, Tayang Maret Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini Kata Jepang di Konbini yang Sering Bikin Orang Asing Bingung Anime Orisinal Candy Caries Ungkap Teaser Kedua, Daftar Pengisi Suara, dan Jadwal Tayang April Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

News

Bos Suntory, Takeshi Niinami, Mundur akibat Skandal Suplemen Diduga Ilegal

badge-check


					Bos Suntory, Takeshi Niinami, Mundur akibat Skandal Suplemen Diduga Ilegal Perbesar

Ketua dan CEO Suntory Holdings Ltd., Takeshi Niinami, resmi mengundurkan diri terkait penyelidikan atas dugaan pembelian suplemen makanan yang disinyalir ilegal di Jepang, demikian disampaikan perusahaan minuman raksasa itu pada Selasa.

Niinami (66), salah satu tokoh bisnis terkemuka Jepang, telah memimpin Japan Association of Corporate Executives sejak April 2023 dan lama menjadi anggota sektor swasta dalam dewan kunci pemerintah mengenai kebijakan ekonomi dan fiskal.

Presiden Suntory Holdings, Nobuhiro Torii, menyampaikan permintaan maaf atas pengunduran diri Niinami yang efektif berlaku pada Senin, dalam konferensi pers. Pihak perusahaan menyatakan bahwa tindakan Niinami menunjukkan “kurangnya kesadaran mengenai suplemen” dan membuatnya tidak lagi layak menduduki posisi penting sebagai ketua.

Meski Niinami bersikeras membeli suplemen tersebut dengan keyakinan bahwa produk itu legal, perusahaan menegaskan:

“Bagi jajaran eksekutif tertinggi Suntory Group, kepatuhan ketat terhadap hukum dan regulasi adalah hal mendasar, dan kehati-hatian dalam membeli suplemen merupakan kualitas yang tak tergantikan.”

Kasus Niinami muncul setelah skandal serupa tahun lalu, ketika CEO Olympus Corp. Stefan Kaufmann mengundurkan diri pada Oktober 2024 karena tuduhan membeli obat ilegal. Kaufmann kemudian divonis 10 bulan penjara dengan masa percobaan tiga tahun.

Dewan direksi Suntory secara bulat sepakat untuk meminta pengunduran diri Niinami. Ia mengajukan pengunduran diri dengan alasan pribadi, dan perusahaan menerimanya per Senin. Suntory juga menegaskan bahwa suplemen tersebut bukan produk dari grup Suntory.

Menurut sumber investigasi, rumah Niinami di Tokyo dan beberapa lokasi lain digeledah polisi pada 22 Agustus, setelah pihak bea cukai di Jepang barat daya memberikan informasi terkait impor zat yang kemungkinan ilegal. Polisi Prefektur Fukuoka tidak menemukan narkotika dalam penggeledahan, tetapi telah memeriksa Niinami secara sukarela untuk mengetahui apakah ia menyadari status ilegal zat tersebut dan apakah kasus pidana akan dibangun terhadapnya.

Sumber menyebut, suplemen itu mengandung kadar tinggi zat turunan ganja, dikirim dari Amerika Serikat oleh seorang kenalan Niinami. Produk tersebut diduga digunakan untuk mengatasi sakit punggung dan insomnia.

Niinami, lulusan Harvard Business School, pernah menjabat sebagai presiden Lawson Inc. sejak 2002 sebelum menjadi presiden pertama Suntory Holdings dari luar keluarga pendiri pada 2014.

sc ; KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

19 February 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

19 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on News