Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Polisi Jepang Siapkan Uji Coba AI untuk Menemukan Potensi Pelaku Teroris

badge-check


					Polisi Jepang Siapkan Uji Coba AI untuk Menemukan Potensi Pelaku Teroris Perbesar

Badan Kepolisian Nasional Jepang (警察庁/Keisatsuchō) memutuskan akan memulai uji coba penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai tahun fiskal depan untuk menemukan individu yang berpotensi terkait terorisme melalui postingan di media sosial. Target utama pengawasan adalah “lone offender” (LO) atau pelaku tunggal yang tidak tergabung dalam organisasi mana pun sehingga sulit terdeteksi keberadaannya. Tujuannya, agar tanda-tanda teror bisa dikenali sejak dini dan mencegah aksi terjadi. Untuk program ini, kepolisian mengajukan anggaran sekitar 49,5 juta yen.

Contoh kasus terjadi pada Juli lalu, saat masa kampanye pemilihan anggota majelis tinggi. Di akun media sosial mantan Perdana Menteri Fumio Kishida, yang dijadwalkan berpidato di Stasiun JR Funabashi (Prefektur Chiba), muncul komentar: “Kalau dia datang, akan saya bunuh.” Polisi segera melacak penulis komentar itu dan memberikan peringatan. Orang tersebut mengaku menulis postingan itu dalam keadaan mabuk.

Dalam kurun waktu satu bulan hingga hari pemungutan suara, polisi mencatat sekitar 900 postingan serupa. Selama ini, deteksi dilakukan manual oleh aparat kepolisian di tiap prefektur. Namun, karena keterbatasan tenaga manusia, tidak semua unggahan berbahaya bisa terpantau.

Karena itu, kepolisian berencana menggunakan AI untuk menyaring postingan dengan kata kunci mencurigakan seperti “bom”, “56す” (gorosu / ‘bunuh’), atau “4ね” (shine / ‘mati’).

AI juga akan menilai tingkat bahaya sebuah unggahan. Misalnya, apakah penulis pernah membuat postingan yang memuji aksi teror di masa lalu. Dengan begitu, sistem bisa memberi prioritas pada postingan yang benar-benar perlu diwaspadai. Setelah AI melakukan seleksi, tindak lanjut seperti identifikasi, peringatan, atau penindakan tetap akan dilakukan oleh polisi.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News