Menu

Dark Mode
Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus Film Crayon Shin-chan Terbaru Bertema Dunia Yokai, Dua Member FRUITS ZIPPER Ikut Jadi Pengisi Suara

News

Polisi Jepang Siapkan Uji Coba AI untuk Menemukan Potensi Pelaku Teroris

badge-check


					Polisi Jepang Siapkan Uji Coba AI untuk Menemukan Potensi Pelaku Teroris Perbesar

Badan Kepolisian Nasional Jepang (警察庁/Keisatsuchō) memutuskan akan memulai uji coba penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai tahun fiskal depan untuk menemukan individu yang berpotensi terkait terorisme melalui postingan di media sosial. Target utama pengawasan adalah “lone offender” (LO) atau pelaku tunggal yang tidak tergabung dalam organisasi mana pun sehingga sulit terdeteksi keberadaannya. Tujuannya, agar tanda-tanda teror bisa dikenali sejak dini dan mencegah aksi terjadi. Untuk program ini, kepolisian mengajukan anggaran sekitar 49,5 juta yen.

Contoh kasus terjadi pada Juli lalu, saat masa kampanye pemilihan anggota majelis tinggi. Di akun media sosial mantan Perdana Menteri Fumio Kishida, yang dijadwalkan berpidato di Stasiun JR Funabashi (Prefektur Chiba), muncul komentar: “Kalau dia datang, akan saya bunuh.” Polisi segera melacak penulis komentar itu dan memberikan peringatan. Orang tersebut mengaku menulis postingan itu dalam keadaan mabuk.

Dalam kurun waktu satu bulan hingga hari pemungutan suara, polisi mencatat sekitar 900 postingan serupa. Selama ini, deteksi dilakukan manual oleh aparat kepolisian di tiap prefektur. Namun, karena keterbatasan tenaga manusia, tidak semua unggahan berbahaya bisa terpantau.

Karena itu, kepolisian berencana menggunakan AI untuk menyaring postingan dengan kata kunci mencurigakan seperti “bom”, “56す” (gorosu / ‘bunuh’), atau “4ね” (shine / ‘mati’).

AI juga akan menilai tingkat bahaya sebuah unggahan. Misalnya, apakah penulis pernah membuat postingan yang memuji aksi teror di masa lalu. Dengan begitu, sistem bisa memberi prioritas pada postingan yang benar-benar perlu diwaspadai. Setelah AI melakukan seleksi, tindak lanjut seperti identifikasi, peringatan, atau penindakan tetap akan dilakukan oleh polisi.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Legendaris! Shinkansen Seri 500 dan Doctor Yellow Akan Pensiun pada 2027

23 June 2026 - 15:10 WIB

Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030

23 June 2026 - 11:10 WIB

Trending on News