Menu

Dark Mode
PM Jepang Desak Iran Tempuh Jalur Diplomatik Usai Serangan AS–Israel Jumlah WNA Ditahan di Jepang Turun 40% dalam 20 Tahun, Meski Populasi Asing Hampir Dua Kali Lipat Turis Rusia ke Jepang Melonjak, Kedutaan Buka Dua Pusat Visa Baru Manga One-Shot Perdana Kreator Gintama “Dandelion” Dapat Adaptasi Anime, Tayang April di Netflix PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Tolak Perubahan Aturan Suksesi Kekaisaran Jepang Batasi Power Bank di Pesawat Maksimal Dua per Penumpang, Dilarang Digunakan Saat Terbang

News

Kanji “Kuma” Dipilih Jadi Kanji Tahun 2025 Karena Maraknya Kasus Serangan Beruang

badge-check


					Kanji “Kuma” Dipilih Jadi Kanji Tahun 2025 Karena Maraknya Kasus Serangan Beruang Perbesar

Kanji 「熊」(kuma) yang berarti beruang terpilih sebagai satu karakter yang paling mewakili suasana sosial di Jepang tahun ini, demikian diumumkan sebuah organisasi yang berbasis di Kyoto pada Jumat.

Pemilihan kanji tersebut dipicu oleh lonjakan tajam kasus serangan beruang di berbagai wilayah Jepang, yang menjadi perhatian besar masyarakat sepanjang tahun. Selain itu, kanji ini juga mencerminkan sorotan publik terhadap panda—yang dalam bahasa Jepang ditulis menggunakan gabungan kanji beruang dan kucing. Tahun ini, empat panda yang sebelumnya dipinjamkan ke sebuah kebun binatang di Jepang bagian barat telah dikembalikan ke China, sehingga kini hanya tersisa dua ekor panda di Jepang.

Dari total 189.122 suara yang masuk, sebanyak 23.346 suara memilih kanji “kuma”. Ini menjadi pertama kalinya kanji tersebut terpilih dalam polling tahunan ke-31 yang diselenggarakan oleh Japan Kanji Aptitude Testing Foundation. Voting dilakukan oleh masyarakat melalui situs web dan kartu pos.

Seperti tradisi setiap tahunnya, kanji terpilih ditulis menggunakan kuas kaligrafi raksasa di atas kertas washi—kertas tradisional Jepang—berukuran sekitar 1,5 meter × 1,3 meter. Penulisan dilakukan oleh Kepala Pendeta Buddha Seihan Mori di Kuil Kiyomizu, Kyoto.

Mengacu pada banyaknya kasus beruang yang masuk ke area permukiman, yang bahkan menyebabkan pembatalan acara dan penutupan sekolah, Mori menyampaikan doa untuk para korban. Ia juga mengatakan bahwa pemilihan kanji ini menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih serius memikirkan dampak perubahan lingkungan.

Di posisi kedua, terpaut 180 suara, terdapat kanji 「米」(kome) yang berarti beras. Kanji ini dipilih karena melonjaknya harga beras serta pelantikan kembali Presiden Amerika Serikat Donald Trump—nama Amerika Serikat dalam bahasa Jepang sendiri ditulis menggunakan kanji beras dan negara.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh kanji 「高」(taka) yang berarti tinggi, melambangkan kenaikan harga-harga sekaligus merujuk pada Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Sanae Takaichi, yang nama keluarganya diawali kanji tersebut.

Sebagai perbandingan, tahun lalu kanji 「金」(kin/kane) yang berarti emas atau uang terpilih sebagai simbol tahun, mencerminkan prestasi atlet Jepang di Olimpiade dan Paralimpiade Paris serta berbagai isu terkait uang, termasuk skandal pendanaan politik.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PM Jepang Desak Iran Tempuh Jalur Diplomatik Usai Serangan AS–Israel

2 March 2026 - 11:24 WIB

Jumlah WNA Ditahan di Jepang Turun 40% dalam 20 Tahun, Meski Populasi Asing Hampir Dua Kali Lipat

2 March 2026 - 11:10 WIB

Turis Rusia ke Jepang Melonjak, Kedutaan Buka Dua Pusat Visa Baru

2 March 2026 - 10:10 WIB

Manga One-Shot Perdana Kreator Gintama “Dandelion” Dapat Adaptasi Anime, Tayang April di Netflix

28 February 2026 - 17:10 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Tolak Perubahan Aturan Suksesi Kekaisaran

28 February 2026 - 13:10 WIB

Trending on News