Menu ✖

Dark Mode
Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027 Universal Studios Japan Umumkan Kolaborasi Sailor Moon untuk Universal Cool Japan 2027 Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

News

Proyek Apartemen untuk Warga Asing di Jepang Dibatalkan Usai Gelombang Penolakan

badge-check


					Proyek Apartemen untuk Warga Asing di Jepang Dibatalkan Usai Gelombang Penolakan Perbesar

Sebuah rencana pembangunan apartemen di Asakura resmi dibatalkan setelah menuai penolakan dari warga serta kampanye besar-besaran di media sosial.

Proyek tersebut sebelumnya dirancang dengan perkiraan mayoritas penghuni berasal dari luar Jepang sekitar 40% dari China, serta 40% lainnya dari Hong Kong dan Taiwan. Awalnya, reaksi masyarakat relatif tenang, namun sejak musim gugur tahun lalu, penolakan mulai meluas dan menjadi viral di internet, terutama dengan narasi anti-imigrasi.

Menurut pihak pemerintah kota, pemilik lahan memutuskan pada 14 April untuk mengkaji ulang seluruh rencana proyek (“kembali ke tahap awal”), dan keputusan itu diterima oleh pengembang. Pemerintah kota sendiri baru diberi tahu pada hari Senin.

Sebelumnya, pada Oktober, pengembang sempat mencoba meredakan kekhawatiran warga dengan menyatakan bahwa unit apartemen akan dijual tanpa memandang kewarganegaraan. Namun, pemilik lahan akhirnya ragu untuk melanjutkan penyediaan lokasi proyek.

Pada Desember lalu, sekitar 60 orang menggelar aksi demonstrasi di pusat kota dengan membawa bendera Jepang dan menyerukan slogan seperti “kota harus melindungi keamanan warganya.” Menariknya, hanya sekitar sepertiga peserta aksi merupakan warga lokal, sementara sisanya datang dari luar daerah.

Salah satu penggerak aksi mengaku sengaja memanfaatkan media sosial agar isu ini menjadi viral dan menarik perhatian nasional.

Di sisi lain, pihak yang dekat dengan pemerintah kota menyayangkan situasi ini, karena kota tersebut kini dianggap menjadi sasaran utama kelompok yang menolak imigrasi di Jepang.

Kasus ini menunjukkan bagaimana isu pendatang asing bisa dengan cepat memicu perdebatan besar, terutama ketika melibatkan persepsi keamanan dan identitas lokal.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality

2 October 2026 - 15:10 WIB

Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

2 October 2026 - 12:10 WIB

Badan Imigrasi Jepang Umumkan Revisi Pedoman Pemberian Status Permanent Resident Mulai Berlaku April 2027

2 October 2026 - 10:10 WIB

Gelombang Kenaikan Harga Kembali Melanda Jepang, Lebih dari 3.100 Produk Makanan dan Minuman Naik pada Oktober

1 October 2026 - 15:10 WIB

Masjid di Okayama Jepang Resmi Jadi Tempat Pengungsian Saat Bencana

1 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News