Universitas Waseda di Tokyo mencabut status kemahasiswaan lima mahasiswa pascasarjana dan membatalkan penerimaan tiga calon mahasiswa lainnya setelah diketahui mereka menggunakan skor tes bahasa Inggris yang diperoleh secara curang dalam ujian masuk, demikian diumumkan universitas tersebut melalui situs resminya pada Selasa.
Langkah yang diambil oleh Waseda—salah satu universitas swasta paling bergengsi di Jepang—menyusul terungkapnya kasus kecurangan terorganisasi dalam tes TOEIC (Test of English for International Communication) yang melibatkan mahasiswa pascasarjana asal China dan pihak lainnya pada tahun lalu.
Penyelenggara TOEIC, Institute for International Business Communication, menyatakan pada Juli bahwa 803 peserta ujian yang diduga terlibat kecurangan selama periode Mei 2023 hingga Juni 2025 akan dibatalkan skor tesnya.
Waseda menjelaskan bahwa hasil penyelidikan internal menemukan adanya 52 peserta ujian yang menyerahkan skor TOEIC tidak sah untuk keperluan seleksi masuk program sarjana maupun pascasarjana. Dari jumlah tersebut, 44 orang tidak lolos seleksi, sementara satu mahasiswa program sarjana yang sudah terdaftar dijatuhi skorsing tanpa batas waktu.
Selain Waseda, Universitas Tsukuba yang berstatus negeri serta Tokyo University of Science yang merupakan universitas swasta juga telah mengumumkan pencabutan status penerimaan atau pembatalan tawaran masuk program pascasarjana terkait kecurangan dalam tes TOEIC.
Sc : mainichi







