Menu

Dark Mode
Game Baru Sword Art Online: Echoes of Aincrad Umumkan Jadwal Rilis dan Detail Edisi Manga Kemono Jihen Akan Diadaptasi Jadi Pertunjukan Teater, Angkat Arc Tokyo Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua

News

Lewat JICA, Jepang Sediakan Rumah Bergaya Jepang untuk Warga Ukraina yang Mengungsi Akibat Perang

badge-check


					Lewat JICA, Jepang Sediakan Rumah Bergaya Jepang untuk Warga Ukraina yang Mengungsi Akibat Perang Perbesar

Japan International Cooperation Agency (JICA) telah menyediakan dua unit rumah bergaya Jepang bagi warga Ukraina yang mengungsi di dalam negeri akibat perang yang terus berlangsung dengan Rusia.

Unit rumah tersebut dibangun di Hostomel, dekat Kyiv, dan dilengkapi dengan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk memastikan pasokan listrik tetap tersedia saat terjadi pemadaman. Pemadaman listrik kerap melanda Ukraina karena Rusia terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut.

Ibu kota Ukraina sendiri mengalami pemadaman listrik berskala besar selama beberapa hari, sementara suhu udara di luar ruangan pada pertengahan musim dingin turun hingga di bawah minus 15 derajat Celsius.

Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi Jepang dalam pengembangan perumahan berbiaya rendah, terutama ketika Ukraina memasuki fase rekonstruksi di masa depan.

Menurut Daiwatech, perusahaan asal Tokyo yang membangun unit rumah tersebut, hunian ini terhubung dengan layanan internet satelit Starlink. Bagian interiornya menggunakan material plester khusus (stucco) yang efektif dalam mengatur tingkat kelembapan udara di dalam ruangan.

Dua keluarga akan menempati rumah tersebut, satu berasal dari wilayah Zaporizhzhia di Ukraina selatan dan satu lagi dari Hostomel. Kedua keluarga tersebut memiliki anggota yang bekerja di sebuah klinik di dekat lokasi.

Hostomel sendiri merupakan kawasan yang memiliki bandara internasional dan sempat diduduki oleh Rusia pada tahap awal invasi skala penuh sejak Februari 2022. Setelah wilayah tersebut direbut kembali oleh Ukraina, Hostomel kini menjadi tempat tinggal bagi banyak warga yang mengungsi akibat perang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda

3 April 2026 - 12:10 WIB

Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa

3 April 2026 - 10:10 WIB

Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM

3 April 2026 - 07:10 WIB

Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua

2 April 2026 - 18:10 WIB

Warga Asing Makin Banyak, Kitakyushu Tunjuk Koordinator Multikultural untuk Perkuat Interaksi Warga Lokal dengan Asing

2 April 2026 - 13:10 WIB

Trending on News