Menu

Dark Mode
Yakoh Shinobi Ops Diumumkan! Game Ninja Co-op 4 Pemain dari Shueisha Games & Acquire Siap Meluncur 2027 Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah Leon Balik Lagi? Trailer Baru Resident Evil Requiem Isyaratkan Kembalinya Raccoon City Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

News

Lewat JICA, Jepang Sediakan Rumah Bergaya Jepang untuk Warga Ukraina yang Mengungsi Akibat Perang

badge-check


					Lewat JICA, Jepang Sediakan Rumah Bergaya Jepang untuk Warga Ukraina yang Mengungsi Akibat Perang Perbesar

Japan International Cooperation Agency (JICA) telah menyediakan dua unit rumah bergaya Jepang bagi warga Ukraina yang mengungsi di dalam negeri akibat perang yang terus berlangsung dengan Rusia.

Unit rumah tersebut dibangun di Hostomel, dekat Kyiv, dan dilengkapi dengan sistem pembangkit listrik tenaga surya untuk memastikan pasokan listrik tetap tersedia saat terjadi pemadaman. Pemadaman listrik kerap melanda Ukraina karena Rusia terus melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut.

Ibu kota Ukraina sendiri mengalami pemadaman listrik berskala besar selama beberapa hari, sementara suhu udara di luar ruangan pada pertengahan musim dingin turun hingga di bawah minus 15 derajat Celsius.

Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi Jepang dalam pengembangan perumahan berbiaya rendah, terutama ketika Ukraina memasuki fase rekonstruksi di masa depan.

Menurut Daiwatech, perusahaan asal Tokyo yang membangun unit rumah tersebut, hunian ini terhubung dengan layanan internet satelit Starlink. Bagian interiornya menggunakan material plester khusus (stucco) yang efektif dalam mengatur tingkat kelembapan udara di dalam ruangan.

Dua keluarga akan menempati rumah tersebut, satu berasal dari wilayah Zaporizhzhia di Ukraina selatan dan satu lagi dari Hostomel. Kedua keluarga tersebut memiliki anggota yang bekerja di sebuah klinik di dekat lokasi.

Hostomel sendiri merupakan kawasan yang memiliki bandara internasional dan sempat diduduki oleh Rusia pada tahap awal invasi skala penuh sejak Februari 2022. Setelah wilayah tersebut direbut kembali oleh Ukraina, Hostomel kini menjadi tempat tinggal bagi banyak warga yang mengungsi akibat perang.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah

14 February 2026 - 16:10 WIB

Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal

14 February 2026 - 14:10 WIB

Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

14 February 2026 - 14:04 WIB

Biaya Berobat di Jepang Bakal Naik Lagi Mulai Juni, Pasien Siap-siap Keluar Uang Lebih

14 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News