Menu

Dark Mode
Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis Anime Snowball Earth Dipastikan Berlanjut ke Season 2, Trailer Perdana Resmi Dirilis Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

News

Pasukan Bela Diri Jepang Turun Bantu Bersihkan Atap Rumah di Aomori

badge-check


					Ground Self-Defense Force personnel remove snow from a rooftop in Aomori on Monday.  Image: GSDF's 9th Division)(Kyodo Perbesar

Ground Self-Defense Force personnel remove snow from a rooftop in Aomori on Monday. Image: GSDF's 9th Division)(Kyodo

Pasukan Bela Diri Darat Jepang (Ground Self-Defense Force/GSDF) pada Senin mulai melakukan pembersihan salju di atap-atap rumah warga di Kota Aomori, Jepang timur laut, setelah pemerintah prefektur setempat mengajukan permintaan pengerahan darurat akibat salju ekstrem yang memecahkan rekor.

Pemerintah Prefektur Aomori menyatakan permintaan tersebut diajukan pada Minggu malam, dan menjadi yang pertama dalam 21 tahun untuk kasus hujan salju lebat di Kota Aomori. Saat ini, prioritas pembersihan difokuskan pada lansia yang tinggal sendiri, sementara mulai Selasa GSDF juga akan mendata rumah tangga yang kesulitan membersihkan salju secara mandiri.

“Upaya pembersihan salju benar-benar tidak mampu mengejar kondisi saat ini. Krisis yang mengancam nyawa, termasuk kecelakaan fatal dan runtuhnya rumah, sudah di depan mata,” ujar Gubernur Aomori Soichiro Miyashita kepada wartawan.

Menurut Divisi ke-9 GSDF, sebanyak 13 personel dikerahkan ke Distrik Magonai pada Senin sore dan membersihkan salju dari atap rumah warga menggunakan sekop.

Badan Meteorologi Jepang mencatat ketebalan salju di Kota Aomori mencapai 183 sentimeter pada Minggu, sekitar 2,7 kali lipat dari rata-rata tahunan.

Pemerintah prefektur dan kepolisian melaporkan beberapa korban jiwa, termasuk seorang perempuan berusia 91 tahun yang tinggal sendiri dan ditemukan meninggal setelah tertimbun sekitar 3 meter salju. Selain itu, lebih dari 110 orang mengalami luka-luka.

Hingga Senin sore, pemerintah prefektur telah menerapkan undang-undang bantuan bencana di 21 kota dan desa, termasuk Aomori dan Hirosaki, untuk membantu pembiayaan tempat evakuasi serta operasi pembersihan salju.

Salju lebat ini terjadi di tengah masa kampanye pemilu nasional selama 12 hari, memicu kekhawatiran kondisi cuaca akan mengganggu proses pemungutan suara pada Minggu mendatang.

Cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh massa udara dingin dari Arktik yang bertahan lama di atas kepulauan Jepang dalam beberapa hari terakhir.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

27 June 2026 - 12:10 WIB

Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

27 June 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang

26 June 2026 - 18:00 WIB

Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1

26 June 2026 - 12:34 WIB

Jepang Akan Perluas Pengawasan Pembelian Apartemen oleh Warga Asing yang Tinggal di Jepang

26 June 2026 - 12:10 WIB

Trending on News