Startup asal Jepang SkyDrive Inc. pada Selasa melakukan demonstrasi penerbangan perdana “mobil terbang” mereka di Tokyo. Perusahaan ini menargetkan layanan komersial dapat mulai beroperasi pada 2028 di beberapa wilayah Jepang.
Dalam uji terbang yang dilakukan bersama Mitsubishi Estate Co. dan Kanematsu Corp., pesawat tanpa awak yang dioperasikan dari jarak jauh tersebut terbang di atas Tokyo Bay selama sekitar tiga setengah menit, dengan jarak tempuh kurang lebih 150 meter.
Pesawat bertenaga baterai bernama SD-05 ini dilengkapi 12 rotor dan dirancang untuk mengangkut hingga tiga orang. Jangkauan terbangnya diperkirakan antara 15 hingga 40 kilometer. Menurut pengembangnya, ukuran yang ringkas dan bobot yang ringan memungkinkan pesawat ini mendarat di lebih banyak lokasi dibandingkan helikopter atau pesawat konvensional yang memerlukan area luas.
Selain pesawat, SkyDrive juga memperkenalkan terminal khusus tempat operator mengendalikan dan memantau lepas landas serta pendaratan. Terminal tersebut dilengkapi sistem check-in otomatis berbasis pengenalan wajah, di mana penumpang juga akan menjalani pemeriksaan keamanan. Demonstrasi penerbangan dan penggunaan terminal ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu.
Mobil terbang dipandang sebagai solusi potensial untuk berbagai masalah perkotaan, seperti kemacetan lalu lintas dan kepadatan kereta. SkyDrive sebelumnya telah melakukan demonstrasi pesawat ini pada ajang World Exposition di Osaka tahun lalu.
CEO SkyDrive, Tomohiro Fukuzawa, mengatakan bahwa setelah 2030, tarif mobil terbang ini bisa turun menjadi sekitar dua kali lipat biaya taksi, atau bahkan lebih murah. Menurutnya, karena kecepatan perjalanan bisa empat hingga lima kali lebih cepat dibandingkan taksi, masyarakat kemungkinan akan menilai selisih harga tersebut sebanding dengan penghematan waktu yang didapat.
Sc : KN










