Menu

Dark Mode
Film Live-Action Baru Kaiji Resmi Diumumkan, Tayang Januari 2027 Manga Nobunaga Concerto Kembali Setelah Vakum 2 Tahun, Akan Tamat dalam 3 Chapter Lagi Wanita Warga China Dirampok Rp870 Juta di Dekat Stasiun Ikebukuro Tokyo Jepang Pastikan Pasokan Minyak Tetap Aman Meski Selat Hormuz Ditutup Kapten Timnas Jepang Wataru Endo Mundur dari Skuad Timnas karena Cedera dan Umumkan Pensiun Internasional Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham

Teknologi

AI Pencegah Bunuh Diri Mulai Digunakan di Stasiun dan Gedung Jepang, Berhasil Selamatkan Nyawa

badge-check


					AI Pencegah Bunuh Diri Mulai Digunakan di Stasiun dan Gedung Jepang, Berhasil Selamatkan Nyawa Perbesar

Sekitar 40 stasiun kereta dan fasilitas komersial di Jepang telah mengadopsi sistem kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mencegah aksi bunuh diri. Menurut pengembangnya, teknologi tersebut telah berkontribusi menyelamatkan sedikitnya dua nyawa.

Sistem ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Tokyo, Asilla Inc. AI tersebut bekerja dengan menganalisis rekaman kamera pengawas untuk mendeteksi perilaku yang berpotensi mengarah pada percobaan bunuh diri.

Beberapa perilaku yang menjadi indikator antara lain mondar-mandir dalam waktu lama, berdiri terlalu lama di dekat tepi peron stasiun, atau berada di area pagar dan atap gedung yang berisiko.

Jika sistem mendeteksi tanda-tanda tersebut, AI akan mengirimkan peringatan kepada petugas keamanan atau staf stasiun. Dalam beberapa kasus, peringatan juga dapat disampaikan melalui pengeras suara.

Menurut Asilla, salah satu kasus terjadi di sebuah fasilitas komersial ketika sistem mendeteksi seorang pria berada di area yang biasanya tidak diakses pengunjung. Petugas keamanan kemudian mendatanginya. Belakangan pria tersebut mengaku bahwa ia berniat mengakhiri hidupnya dengan melompat.

Dalam kasus lain, seorang anak ditemukan berdiri cukup lama di dekat pagar lantai atas sebuah fasilitas. Setelah dihampiri petugas keamanan, diketahui bahwa anak tersebut sedang menulis surat wasiat untuk bunuh diri.

Sejak tahun 2022, Asilla bekerja sama dengan sekitar 200 pusat perbelanjaan dan berbagai fasilitas lainnya untuk melatih AI menggunakan sekitar 7 juta rekaman kamera pengawas.

Selain mendeteksi tanda-tanda bunuh diri, sistem ini juga dikembangkan untuk mengenali kondisi darurat lain, seperti seseorang yang tiba-tiba jatuh sakit, tidak bergerak dalam waktu lama, atau tindakan kekerasan.

Menurut perusahaan, teknologi tersebut saat ini telah diterapkan di sekitar 30 fasilitas komersial dan sekitar 10 stasiun kereta di Tokyo serta Prefektur Kanagawa.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mobil Terbang Buatan Jepang Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2028

10 June 2026 - 16:10 WIB

Perusahaan Jepang-China Akan Luncurkan Merek Mobil Baru EMTA di Jepang

28 May 2026 - 14:10 WIB

Jepang Kembangkan Laboratorium AI dan Robot untuk Riset Otomatis 24 Jam

26 May 2026 - 16:10 WIB

Toyota Perkenalkan SUV Listrik Mewah Lexus TZ, Muat 6 Orang dan Bisa Tempuh 620 Km

25 May 2026 - 16:10 WIB

Lansia Perempuan di Jepang Kini Lebih Pilih Curhat ke AI daripada Manusia

25 May 2026 - 14:10 WIB

Trending on Teknologi