Menu ✖

Dark Mode
Turis Chile Ditangkap Usai Bobol Rumah dan Curi Jam Mewah, Mengira Hukuman di Jepang “Ringan” Bandai Namco Tunda Pembukaan Toko Gundam Base dan Cross Store di Minneapolis, Amerika Warga Kumamoto Diundang Melihat Rudal Jarak Jauh Type-25 Jepang Ratusan Orang Tarik Pesawat Boeing 787 di Bandara Narita Jepang Game XR Pertama Evangelion Resmi Diumumkan, Hadirkan Petualangan Baru dalam Trilogi VR dan Mixed Reality Jepang Keluar dari 10 Besar Destinasi Favorit Wisatawan China di Tengah Memburuknya Hubungan Bilateral

Teknologi

AI Pencegah Bunuh Diri Mulai Digunakan di Stasiun dan Gedung Jepang, Berhasil Selamatkan Nyawa

badge-check


					AI Pencegah Bunuh Diri Mulai Digunakan di Stasiun dan Gedung Jepang, Berhasil Selamatkan Nyawa Perbesar

Sekitar 40 stasiun kereta dan fasilitas komersial di Jepang telah mengadopsi sistem kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mencegah aksi bunuh diri. Menurut pengembangnya, teknologi tersebut telah berkontribusi menyelamatkan sedikitnya dua nyawa.

Sistem ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Tokyo, Asilla Inc. AI tersebut bekerja dengan menganalisis rekaman kamera pengawas untuk mendeteksi perilaku yang berpotensi mengarah pada percobaan bunuh diri.

Beberapa perilaku yang menjadi indikator antara lain mondar-mandir dalam waktu lama, berdiri terlalu lama di dekat tepi peron stasiun, atau berada di area pagar dan atap gedung yang berisiko.

Jika sistem mendeteksi tanda-tanda tersebut, AI akan mengirimkan peringatan kepada petugas keamanan atau staf stasiun. Dalam beberapa kasus, peringatan juga dapat disampaikan melalui pengeras suara.

Menurut Asilla, salah satu kasus terjadi di sebuah fasilitas komersial ketika sistem mendeteksi seorang pria berada di area yang biasanya tidak diakses pengunjung. Petugas keamanan kemudian mendatanginya. Belakangan pria tersebut mengaku bahwa ia berniat mengakhiri hidupnya dengan melompat.

Dalam kasus lain, seorang anak ditemukan berdiri cukup lama di dekat pagar lantai atas sebuah fasilitas. Setelah dihampiri petugas keamanan, diketahui bahwa anak tersebut sedang menulis surat wasiat untuk bunuh diri.

Sejak tahun 2022, Asilla bekerja sama dengan sekitar 200 pusat perbelanjaan dan berbagai fasilitas lainnya untuk melatih AI menggunakan sekitar 7 juta rekaman kamera pengawas.

Selain mendeteksi tanda-tanda bunuh diri, sistem ini juga dikembangkan untuk mengenali kondisi darurat lain, seperti seseorang yang tiba-tiba jatuh sakit, tidak bergerak dalam waktu lama, atau tindakan kekerasan.

Menurut perusahaan, teknologi tersebut saat ini telah diterapkan di sekitar 30 fasilitas komersial dan sekitar 10 stasiun kereta di Tokyo serta Prefektur Kanagawa.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bar di Kyoto Punya Bartender Robot yang Dikendalikan Manusia dari Jarak Jauh

29 September 2026 - 12:10 WIB

Kota Utsunomiya Luncurkan Aplikasi “CHIKUWA!” untuk Ringankan Beban Pengurus Asosiasi Lingkungan

28 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Targetkan 10 Juta Robot AI pada 2040 di Tengah Krisis Tenaga Kerja

25 September 2026 - 14:00 WIB

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Trending on Teknologi