Tingkat kelulusan ujian konversi surat izin mengemudi (SIM) asing di Jepang turun drastis menjadi 42,8 persen dalam tiga bulan pertama setelah aturan yang lebih ketat diberlakukan. Angka ini merosot tajam dibandingkan tingkat kelulusan tahun 2024 yang mencapai 92,5 persen, menurut keterangan kepolisian pada Senin.
Berdasarkan data dari National Police Agency, antara Oktober hingga Desember, hanya 11.716 dari 27.354 peserta yang lulus ujian tertulis. Ujian ini mengukur pengetahuan pemohon mengenai peraturan lalu lintas di Jepang.
Sebelumnya, peserta dapat lulus dengan menjawab benar tujuh dari 10 pertanyaan. Namun, aturan diperketat setelah sejumlah anggota parlemen mengkritik ujian tersebut karena dianggap “terlalu mudah”.
Jumlah soal kini ditingkatkan lima kali lipat menjadi 50 pertanyaan, dan peserta diwajibkan menjawab minimal 90 persen dengan benar untuk lulus. Ujian ini tersedia dalam sekitar 20 bahasa.
Selain ujian tertulis, ujian praktik mengemudi yang diikuti oleh peserta yang lulus tahap teori juga diperluas. Kini, penilaian mencakup kemampuan pengemudi dalam melewati penyeberangan pejalan kaki dan perlintasan kereta di lintasan ujian.
Tingkat kelulusan ujian praktik dalam tiga bulan pertama setelah perluasan materi turun menjadi 13,1 persen, atau 3.041 orang dari 23.245 peserta, dibandingkan dengan 30,4 persen pada tahun 2024.
Meski demikian, para pemohon tetap diperbolehkan mengulang baik ujian tertulis maupun ujian praktik mengemudi tersebut.
Sc : KN








