Menu

Dark Mode
Mulai Dijual Bebas, Pil Pencegah Kehamilan di Jepang Bisa Dibeli di Beberapa Apotek Tanpa Resep Dokter Jepang Kirim Peralatan Rudal Jarak Jauh ke Kumamoto, Tandai Perubahan Kebijakan Pertahanan Gereja Unifikasi Ajukan Banding Khusus ke Mahkamah Agung Jepang atas Perintah Pembubaran Kata Jepang yang Dipakai Saat Menenangkan Orang Manga Spin-off “Jujutsu Kaisen ≡” Resmi Berakhir, Volume Terakhir Rilis 1 Mei Polisi Jepang Rekomendasikan Aplikasi Pemblokir Panggilan untuk Cegah Penipuan Telepon

News

Jepang Kirim Peralatan Rudal Jarak Jauh ke Kumamoto, Tandai Perubahan Kebijakan Pertahanan

badge-check


					Jepang Kirim Peralatan Rudal Jarak Jauh ke Kumamoto, Tandai Perubahan Kebijakan Pertahanan Perbesar

Pasukan Bela Diri Darat Jepang (Ground Self-Defense Force/GSDF) pada Senin pagi mengangkut peluncur rudal dan sejumlah peralatan lainnya ke garnisun militer di Kumamoto, Pulau Kyushu, sebagai persiapan penempatan rudal jarak jauh di lokasi tersebut.

Penempatan ini diperkirakan akan selesai dalam bulan ini dan menjadi yang pertama kalinya dilakukan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Jepang untuk memperoleh kemampuan serangan balasan (counterstrike capabilities) terhadap target musuh. Kebijakan ini dianggap sebagai titik balik dari kebijakan pertahanan Jepang yang selama ini berorientasi murni pada pertahanan di bawah konstitusi yang menolak perang.

Rudal yang akan ditempatkan merupakan versi peningkatan dari Type 12 land-to-ship guided missile. Versi terbaru ini memiliki jangkauan sekitar 1.000 kilometer, sehingga dari Kyushu dapat menjangkau sebagian wilayah pesisir daratan utama negara lain.

Menurut pemerintah Jepang, rudal semacam ini dapat digunakan jika Jepang menilai bahwa musuh telah memulai serangan, bahkan sebelum Jepang benar-benar mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pihak. Mereka menilai bahwa kesalahan penilaian dapat berujung pada serangan pendahuluan atau preemptive strike, yang dilarang oleh hukum internasional.

Sejumlah warga di Prefektur Kumamoto juga menyampaikan kritik dan melakukan protes terhadap rencana penempatan rudal tersebut. Mereka menilai Kementerian Pertahanan Jepang belum memberikan penjelasan yang cukup kepada masyarakat.

Para pengkritik juga menyoroti bahwa lokasi penempatan rudal berpotensi menjadi sasaran serangan jika terjadi konflik di masa depan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai Dijual Bebas, Pil Pencegah Kehamilan di Jepang Bisa Dibeli di Beberapa Apotek Tanpa Resep Dokter

10 March 2026 - 13:42 WIB

Gereja Unifikasi Ajukan Banding Khusus ke Mahkamah Agung Jepang atas Perintah Pembubaran

10 March 2026 - 10:10 WIB

Jepang Rencanakan Penghapusan Pemeriksaan Tatap Muka bagi Turis Asing untuk Percepat Proses Imigrasi

9 March 2026 - 11:10 WIB

Lebih dari 100 Warga Jepang Dievakuasi dari Timur Tengah dan Tiba di Jepang

9 March 2026 - 10:10 WIB

Sake Pertama yang Difermentasi di Luar Angkasa Tiba di Jepang, Akan Dijual Rp11 Miliar per Botol

7 March 2026 - 12:10 WIB

Trending on News