Menu

Dark Mode
Hiro Mashima Umumkan Manga Mini Seri Baru Fairy Tail Re:Fantasia Tokyo Pride 2026 Diikuti Ratusan Ribu Orang, Aktivis Desak Kesetaraan Pernikahan di Jepang Square Enix Umumkan Final Fantasy VII Revelation, Rilis Serentak di Semua Platform pada Musim Semi 2027 Bandai Namco Umumkan Game Baru Gundam Rogue Orbit, Rilis pada 2027 Jepang Mulai Bahas Kemungkinan Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri ke Indonesia Onimusha: Way of the Sword Akan Rilis September, Demo Sudah Bisa Dicoba

Teknologi

Nissan Targetkan 90% Mobil Baru Pakai AI Autonomus, Siapkan Perombakan Besar Hingga 2030

badge-check


					Nissan Targetkan 90% Mobil Baru Pakai AI Autonomus, Siapkan Perombakan Besar Hingga 2030 Perbesar

Nissan Motor Co. mengumumkan rencana besar untuk memperkuat bisnisnya dengan memasukkan sistem mengemudi otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) ke sekitar 90% model mobil masa depan mereka. Langkah ini diharapkan bisa membantu memulihkan penjualan yang sedang lesu.

Teknologi mengemudi generasi baru ini akan mulai diperkenalkan paling lambat pada tahun fiskal 2027, dimulai dari model minivan besar Elgrand yang rencananya meluncur musim panas ini.

Sebagai bagian dari strategi global baru, Nissan Motor Co. menargetkan penjualan pada 2030 sebesar 550.000 unit di Jepang, 1 juta unit di Amerika Serikat, dan 1 juta unit di China.

Sebagai perbandingan, pada tahun fiskal 2024, penjualan Nissan tercatat:

  • Jepang: 461.000 unit
  • Amerika Utara: 1,3 juta unit (termasuk 938.000 di AS)
  • China: 697.000 unit

Untuk tahun fiskal 2025, perusahaan memproyeksikan penurunan di beberapa pasar, termasuk 420.000 unit di Jepang dan 653.000 unit di China.

Dalam upaya efisiensi, Nissan juga akan memangkas jumlah model mobil dari 56 menjadi 45 agar lini produk lebih ramping namun lebih kuat. Fokus pengembangan akan diarahkan pada tiga keluarga produk utama yang ditargetkan menyumbang lebih dari 80% volume penjualan.

CEO Ivan Espinosa menyebut bahwa strategi baru ini bertujuan mengarahkan investasi ke hal yang benar-benar penting dan tetap stabil dalam kondisi pasar yang penuh tekanan.

Selain itu, Nissan juga berencana melakukan restrukturisasi besar, termasuk penutupan tujuh pabrik di Jepang dan luar negeri, serta pengurangan sekitar 20.000 karyawan secara global.

Meski begitu, perusahaan juga tetap menyiapkan peluncuran model baru, termasuk versi hybrid dari X-Trail dan versi listrik dari SUV Juke.

Langkah ini menunjukkan bahwa Nissan sedang berada dalam fase transformasi besar, dari sekadar produsen mobil tradisional menuju perusahaan yang lebih fokus pada teknologi, efisiensi, dan kendaraan berbasis AI.

Sc : reuters

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Bahas Kemungkinan Ekspor Kapal Perusak Kelas Asagiri ke Indonesia

8 June 2026 - 10:10 WIB

Jepang Pertimbangkan Aturan Lebih Ketat untuk Media Sosial Anak dan Remaja

3 June 2026 - 16:10 WIB

WNI Pemegang Visa Tokutei Ginou Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyimpan Jenazah Bayi di Apartemen

3 June 2026 - 15:10 WIB

Calbee Jual Kemasan Hitam Putih untuk Hemat Bahan Baku di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Timur Tengah

3 June 2026 - 12:10 WIB

Topan Jangmi Mendarat di Prefektur Wakayama, Jepang Keluarkan Peringatan Banjir Tingkat Tertinggi

3 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News