Nissan Motor Co. mengumumkan rencana besar untuk memperkuat bisnisnya dengan memasukkan sistem mengemudi otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) ke sekitar 90% model mobil masa depan mereka. Langkah ini diharapkan bisa membantu memulihkan penjualan yang sedang lesu.
Teknologi mengemudi generasi baru ini akan mulai diperkenalkan paling lambat pada tahun fiskal 2027, dimulai dari model minivan besar Elgrand yang rencananya meluncur musim panas ini.
Sebagai bagian dari strategi global baru, Nissan Motor Co. menargetkan penjualan pada 2030 sebesar 550.000 unit di Jepang, 1 juta unit di Amerika Serikat, dan 1 juta unit di China.
Sebagai perbandingan, pada tahun fiskal 2024, penjualan Nissan tercatat:
- Jepang: 461.000 unit
- Amerika Utara: 1,3 juta unit (termasuk 938.000 di AS)
- China: 697.000 unit
Untuk tahun fiskal 2025, perusahaan memproyeksikan penurunan di beberapa pasar, termasuk 420.000 unit di Jepang dan 653.000 unit di China.
Dalam upaya efisiensi, Nissan juga akan memangkas jumlah model mobil dari 56 menjadi 45 agar lini produk lebih ramping namun lebih kuat. Fokus pengembangan akan diarahkan pada tiga keluarga produk utama yang ditargetkan menyumbang lebih dari 80% volume penjualan.
CEO Ivan Espinosa menyebut bahwa strategi baru ini bertujuan mengarahkan investasi ke hal yang benar-benar penting dan tetap stabil dalam kondisi pasar yang penuh tekanan.
Selain itu, Nissan juga berencana melakukan restrukturisasi besar, termasuk penutupan tujuh pabrik di Jepang dan luar negeri, serta pengurangan sekitar 20.000 karyawan secara global.
Meski begitu, perusahaan juga tetap menyiapkan peluncuran model baru, termasuk versi hybrid dari X-Trail dan versi listrik dari SUV Juke.
Langkah ini menunjukkan bahwa Nissan sedang berada dalam fase transformasi besar, dari sekadar produsen mobil tradisional menuju perusahaan yang lebih fokus pada teknologi, efisiensi, dan kendaraan berbasis AI.
Sc : reuters







