Menu

Dark Mode
Teaser Perdana Remake Anime One Piece Dirilis, Mayumi Tanaka Kembali Isi Suara Luffy Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2

News

PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday

badge-check


					PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday Perbesar

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan segala upaya untuk memastikan kenaikan upah terus berlanjut di tengah tekanan inflasi.

Pernyataan ini disampaikan saat ia menghadiri peringatan May Day di distrik Shibuya, Tokyo—sebuah acara tahunan di mana para pekerja menyuarakan hak-hak mereka. Ini menjadi tahun keempat berturut-turut seorang perdana menteri Jepang hadir dalam acara tersebut.

“Kami akan melakukan segala yang kami bisa agar perusahaan terus menaikkan upah,” ujar Takaichi. Ia juga meminta dukungan agar pertumbuhan gaji bisa melampaui inflasi yang terus meningkat.

Dalam negosiasi tahunan musim semi, serikat pekerja di bawah Rengo berhasil mendorong kenaikan gaji rata-rata sekitar 5%. Namun, Ketua Rengo, Tomoko Yoshino, menilai kenaikan tersebut masih belum cukup.

“Diperlukan upaya lebih agar pertumbuhan upah riil tetap positif secara berkelanjutan,” ujarnya.

Rengo sendiri memiliki sekitar 6,78 juta anggota dan menjadi salah satu kekuatan penting dalam dunia ketenagakerjaan Jepang. Namun, situasi global seperti konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi juga mulai memengaruhi negosiasi antara buruh dan perusahaan.

Selain itu, pelemahan yen membuat biaya impor meningkat, memperparah tekanan inflasi di Jepang yang sangat bergantung pada sumber daya luar negeri.

Meski ada beberapa perbedaan pandangan antara pemerintah dan serikat pekerja, termasuk isu sosial seperti penggunaan nama keluarga setelah menikah, pemerintah tetap berupaya menjaga dialog dengan serikat pekerja untuk memperkuat dukungan ke depan.

Dengan kondisi ekonomi global yang tidak stabil, arah kebijakan upah di Jepang ke depan akan jadi faktor penting bagi daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras

25 June 2026 - 14:30 WIB

Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan

25 June 2026 - 11:10 WIB

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News