Menu

Dark Mode
Teaser Perdana Remake Anime One Piece Dirilis, Mayumi Tanaka Kembali Isi Suara Luffy Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2

News

Perusahaan Manisan Besar asal Jepang, Chateraise Co Gunakan Kakao dari Indonesia

badge-check


					Perusahaan Manisan Besar asal Jepang, Chateraise Co Gunakan Kakao dari Indonesia Perbesar

Perusahaan manisan besar asal Jepang, Chateraise Co., mulai memproduksi dan menjual produk cokelat menggunakan kakao dari Indonesia. Untuk pertama kalinya, perusahaan ini terlibat langsung sejak tahap perkebunan hingga pemasaran melalui skema fair trade lintas negara.

Langkah ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga memberikan dampak sosial di daerah penghasil kakao, seperti penciptaan lapangan kerja dan peningkatan motivasi petani dalam membudidayakan kakao.

Selama lebih dari 30 tahun, Chateraise dikenal dengan konsep “farm factory,” yaitu mengambil bahan baku langsung dari petani lalu memproduksinya di pabrik terdekat. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menjaga harga tetap terjangkau sambil mempertahankan kualitas.

Sebelumnya, Chateraise mengandalkan kakao impor. Namun, mereka mulai melirik potensi kakao dari Pulau Sulawesi melalui kerja sama dengan mitra lokal di Indonesia. Pada 2023, proyek ini mendapat dukungan dari Japan International Cooperation Agency dalam program pengembangan sektor swasta, termasuk untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.

Indonesia sendiri merupakan produsen kakao terbesar ketiga di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Meski demikian, kualitas biji kakao masih bervariasi dan proses fermentasi belum optimal, sehingga sebagian besar hasilnya masih diolah menjadi bubuk kakao dengan nilai jual lebih rendah dibanding cokelat premium Afrika.

Wilayah seperti Provinsi Gorontalo di Sulawesi dipilih sebagai lokasi produksi, salah satunya karena hubungan dengan Rachmat Gobel, mitra bisnis Chateraise yang juga memiliki kedekatan dengan Jepang. Sejak 2017, kedua pihak telah menjalin joint venture, termasuk membangun pabrik di Bogor pada 2022 dan mengoperasikan sekitar 60 toko di Indonesia. Pabrik kedua juga mulai dibangun di Bekasi pada April lalu.

Pada awal 2024, tim Chateraise turun langsung ke Indonesia untuk mengawasi proses produksi, mulai dari pemilihan lahan hingga fermentasi dan pengeringan. Mereka menekankan standar kebersihan yang ketat untuk meningkatkan kualitas kakao dan mengurangi rasa pahit yang tidak diinginkan.

Langkah ini menunjukkan upaya Jepang dan Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras

25 June 2026 - 14:30 WIB

Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan

25 June 2026 - 11:10 WIB

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News