Menu

Dark Mode
Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

News

FamilyMart Uji Coba Kotak Daur Ulang Baju Bekas di Tokyo, Gandeng Bookoff Group Holdings

badge-check


					FamilyMart Uji Coba Kotak Daur Ulang Baju Bekas di Tokyo, Gandeng Bookoff Group Holdings Perbesar

Sejumlah gerai FamilyMart di Tokyo mulai memasang kotak khusus untuk mengumpulkan pakaian dan barang rumah tangga bekas sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus menarik pelanggan.

Program uji coba ini dilakukan bersama Bookoff Group Holdings, perusahaan yang bergerak di jual-beli barang bekas. Sekitar 30 toko di area permukiman telah dilengkapi kotak pengumpulan. Barang yang masih layak pakai nantinya akan dijual kembali, termasuk ke luar negeri seperti Malaysia.

Sementara itu, pakaian yang tidak bisa digunakan kembali akan didaur ulang menjadi serat baru. Inisiatif ini menjadi proyek kolaborasi pertama sejak perusahaan induk FamilyMart, Itochu Corporation, menjalin kerja sama modal dengan Bookoff pada Februari lalu.

Program ini juga melanjutkan langkah sebelumnya, yakni kegiatan donasi makanan yang sudah berjalan di sekitar 4.900 dari total 16.400 toko FamilyMart di seluruh Jepang, di mana masyarakat bisa menyumbangkan makanan berlebih untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

Ke depannya, FamilyMart mempertimbangkan untuk memperluas program ini secara nasional, dengan target mengurangi limbah pakaian hingga sekitar 4.000 ton per tahun.

Sebagai gambaran, menurut data Kementerian Lingkungan Jepang, sekitar 560.000 ton pakaian dibuang setiap tahunnya — setara dengan sekitar 70 persen dari total pakaian baru yang beredar di pasar.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap isu daur ulang, perusahaan lain juga mengambil langkah serupa. Fast Retailing, induk dari Uniqlo dan GU, mengolah pakaian bekas untuk membantu pengungsi, sementara Aeon Co. telah memasang sekitar 700 kotak pengumpulan pakaian di berbagai fasilitasnya.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Monyet Viral “Punch” di Jepang Jadi Sasaran Sinar Laser, Kebun Binatang Beri Peringatan Keras

25 June 2026 - 14:30 WIB

Pria di Jepang Dihukum Bayar Rp500 Juta karena Bohongi Pacar soal Status Pernikahan hingga Hamil dan Melahirkan

25 June 2026 - 11:10 WIB

Jepang Siapkan Investasi Rp25.000 Triliun hingga 2040, Industri Semikonduktor dan Anime Jadi Prioritas

25 June 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News